FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

BP Jamsostek Kota Depok Cairkan Rp 7,51 Miliar Jaminan Kecelakaan Kerja

BP Jamsostek

Kepala Bidang Kepesertaan BP Jamsostek Kota Depok, Yanuar Wirandono. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kota Depok mengklaim telah mencairkan sebanyak 607 kasus kecelakaan kerja selama tahun 2020. Total nilai yang dibayarkan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 7,51 miliar.

Kepala Bidang Kepesertaan BP Jamsostek Kota Depok, Yanuar Wirandono mengungkapkan, bahwa dari 607 kasus, 10 di antaranya mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Untuk peserta yang meninggal dunia, total santunan JKK sebesar Rp 3,2 miliar. “Tiap tahun kami menerima laporan dari perusahaan terkait kecelakaan kerja. Baik itu yang luka-luka, cacat hingga meninggal dunia,” kata Yanuar, Jumat (19/3/2021).

Apabila dibandingkan tahun 2019, dikatakan Yanuar, jumlahnya mengalami penurunan. Karena di 2019 lalu jumlah kasusnya sebanyak 705. “Dana JKK di 2019 sebesar Rp 6,75 miliar,” ujarnya. 

Dalam mengantisipasi terjadinya resiko di tempat kerja, pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial yang diselenggarakan BP Jamsostek, misalnya JKK dan Jaminan Kematian (JKM).

Penyelenggaraan JKK beserta JKM, sambung dia, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM yang diperbarui melalui PP Nomor 82 Tahun 2019. Tujuannya, meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan peserta jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya peningkatan manfaat JKK dan JKM. 

“Mudah-mudahan seluruh pemberi kerja mendaftarkan karyawannya dalam program ini, agar bisa mendapatkan manfaat jika terjadi risiko dalam hubungan kerja” pungkasnya. (ter) 


Share :