FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Bank Banten Catatkan Perbaikan Kinerja di Triwulan I 2020

Direktur Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa. (Bank Banten)

 

Sugawa.id – Mengawali Triwulan I 2020, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten mencatatkan perbaikan kinerja yang tampak dari sejumlah indikator keuangan perseroan. 

Berdasarkan laporan keuangan Bank Banten pada triwulan pertama (TW 1) 2020, perseroan telah berhasil meningkatkan kinerja khususnya terkait dengan upaya efisiensi yang dilakukan.

Dalam periode itu, terjadi peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 17,1% dari Rp 3,515 miliar pada TW1 2019 menjadi Rp 13,113 miliar pada TW1 2020. Pendapatan operasional selain bunga mengalami peningkatan sebesar 5,1% dari Rp 9,314 miliar pada TW1 2019 menjadi Rp 9,788 miliar pada TW 1 2020. Perbaikan kinerja tersebut juga diikuti dengan penurunan beban operasional selain bunga sebesar 32,3% dari Rp 54,395 miliar pada TW1 2019 menjadi Rp 36,832 miliar pada TW1 2020.

“Dengan adanya perbaikan pada tiga pos keuangan tersebut, Bank Banten dapat menekan kerugian tahun berjalan sebesar 39,9% dari Rp 55,795 miliar pada TW1 2019 menjadi Rp 33,542 miliar pada TW1 2020. Selain itu, NPL netto mengalami perbaikan sebesar 0,91% dari 4,92% pada Desember 2018 menjadi 4,01% pada Desember 2019,” ujar Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, Selasa (14/4/2020).

Sedangkan untuk meningkatkan kinerja di sektor kredit, saat ini perseroan tengah memperkuat model bisnis perseroan dengan mengkombinasikan keselarasan portofolio kredit konsumtif dan produktif. Sehingga kinerja perseroan masih dapat ditingkatkan dan berjalan dalam koridor pengelolaan risiko yang lebih baik.

Manajemen Bank Banten juga terus melakukan berbagai upaya guna perbaikan dan penguatan struktur keuangan perseroan. Saat ini perseroan tengah menjalankan rencana aksi korporasi dengan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue untuk meningkatkan modal inti perseroan. 

Jumlah maksimum Saham Baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya sebesar 400 miliar lembar saham atau setara dengan 40% dari modal dasar dengan nilai nominal Rp 8,- per lembar saham. Sehingga nantinya struktur modal Perseroan akan meningkat sebanyak-banyaknya Rp 3,2 triliun.

Meskipun di tengah kondisi pasar keuangan yang berfluktuasi, Bank Banten optimistis untuk tetap melaksanakan aksi korporasi tersebut.

“Kami juga terus mencermati perkembangan kondisi pasar seraya memetakan nilai penawaran yang terbaik bagi perseroan dan para pemangku kepentingan,” ujar Fahmi. (wib)

Share :