FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Wahidin Minta Larangan Pergerakan Warga Jangan Setengah Hati

Wahidin

Gubernur Banten, Wahidin Halim. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Gubernur Banten, Wahidin Halim meminta pelarangan pergerakan warga saat Idulfitri 1442 H tidak setengah hati.

Pria yang akrab disapa WH ini menegaskan, dirinya menghormati kebijakan Pemerintah Pusat terkait Pelarangan Mudik dan Pembukaan Pariwisata, namun menurutnya jika mudik dilarang, harusnya dilarang semuanya, termasuk pembukaan tempat wisata. Kalau dibuka, dibuka semuanya. 

Gubernur memperkirakan, karena dekat dengan Jakarta, orang-orang yang tidak mudik akan berwisata ke Banten dan dapat berefek pada kondisi pandemi di wilayah itu. 

“Yang pertama, saya menghormati kebijakan Pemerintah dan tentunya akan kita taati,” tegasnya saat menjadi salah satu narasumber dalam acara Mata Najwa, Selasa, (14/4/2021) lalu

Yang kedua, lanjut Gubernur, harus dipahami bahwa  posisi Provinsi Banten itu di wilayah ujung barat yang memiliki garis pantai sepanjang 499,62 Km dan sangat terbuka.  

“Yang ketiga, ketika masyarakat Jakarta tidak mudik, pilihannya hanya satu yaitu berbondong-bodong ke Banten untuk berwisata,” ungkapnya.

“Pada satu sisi mudik tidak boleh, tapi wisata dibuka. Ditambah lagi dengan masyarakat yang ada di Banten, itu kan jutaan orang,” tambah Gubernur.

Menurut Gubernur, hampir tiap minggu, pilihan wisata masyarakat Jakarta dan sekitarnya ke daerah Banten. Dengan pertimbangan karena lebih dekat, lebih terjangkau secara ekonomi, dan sebagainya.

Gubernur pun mengungkapkan penerapan disiplin protokol kesehatan terhadap para wisatawan yang datang ke Banten menjadi tantangan tersendiri. 

“Saya mengusulkan, kalau dilarang, dilarang semuanya. Kalau dibuka, dibuka semuanya. Dengan berbagai konsekuensi mulai dari perjalanan hingga di tempat wisata,” ungkapnya.

Gubernur memaparkan,  pihaknya coba memonitor dan menata bagaimana wisata dengan penerapan protokol kesehatan, karena area wisata di Provinsi Banten terbuka, perlu komitmen berbagai pihak untuk mengontrol apalagi menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Pengalaman dari Tahun Baru 2021 dan Lebaran tahun lalu, lanjutnya, di tempat wisata  antara orang-orang Banten dengan orang-orang dari Jakarta dan daerah lainnya berbaur, kumpul di situ.

“Agak sulit bagi kami untuk melakukan penataan atau pelaksanaan protokol kesehatan. Ini yang kita hadapi. Karena, ternyata setelah ada aktivitas di tempat wisata, terjadi kerumunan. Yang terpapar (Covid-19) naik tajam,” ungkap Gubernur.

“Bagaimana memutus mata rantai ini. Ini persoalan Banten sendiri,” tambahnya. 

Masih menurut Gubernur, Provinsi Banten berbeda dengan tempat lain. Kalau tidak ada pulang mudik, tidak ada  aktivitas mobilisasi, tidak interaksi, dan berbagai masalah.  “Kita ada masalah sendiri,” pungkas Gubernur.(yas)


Share :