FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Wacana Disdikbud Tangsel Terapkan KBM Tatap Muka Disoal

kelas

Ilustrasi kegiatan belajar di kelas. (youtube)

 

Sugawa.id– Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka yang dicanangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di tengah pandemi Covid-19 disoroti berbagai kalangan. Karena kegiatan tersebut akan menjadi kluster penularan virus asal Tiongkok tersebut. Apalagi, Tangsel merupakan zona merah penularan virus corona di wilayah Provinsi Banten.

Pengamat Pendidikan Universitas Indonesia Hanamen Samuel mengatakan, wacana penerapan KBM yang dirancang Disdikbud Tangsel akan membahayakan para pelajar. Sebab, para siswa tingkat SMP dan SD negeri dapat tertular virus Corona.

“KBM dengan tatap muka ini belum diperbolehkan Kemendikbud, kenapa ini mau diterapkan Disdikbud Tangsel. Ini kan berlawanan sekali dengan kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid. Kalau ini diterapkan apakah Disdikbud mau bertanggung jawab,” kata Hanamen, Rabu (2/9/2020).

Dijelaskan, ada banyak persiapan yang harus ditempuh instansi Pemkot Tangsel jika hendak menerapkan KBM secara tatap muka. Yakni, penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang steril, penempatan tim medis, hingga penerapan protokol kesehatan yang ketat. Artinya antisipasi itu harus diterapkan setiap hari.

Menurutnya, Disdikbud Tangsel diminta lebih banyak menciptakan inovasi belajar bagi siswa melalui online. Kemudian membentuk kelompok belajar online dalam mempermudah siswa mengerjakan tugas yang diberikan. Sehingga KBM dengan tatap muka secara virtual dapat menambah semangat siswa belajar.

Kepala Disdikbud Kota Tangsel Taryono menegaskan, wacana penerapan KBM secara tatap muka bagi SMP dan SD negeri disebabkan mutu pelajaran yang didapatkan menurun. Serta banyaknya keluhan orang tua yang tidak mampu lagi membelikan kuota internet untuk belajar online. Sehingga pembahasan KBM secara tatap muka pun dilakukan jajarannya.

“Untuk belajar online siswa banyak menemui kesulitan. Makanya berangkat dari masalah ini kami bergerak. Memang diperuntukan untuk jenjang SD sampai SMP negeri,” tegasnya.

Taryono pun mengaku, sebelum menerapkan KBM secara tatap muka ada beberapa langkah yang sedang mereka kerjakan. Yakni melakukan tes rapid serta swab kepada ribuan guru tingkat SD dan SMP negeri di Tangsel. Hingga memaksimalkan sarana prasarana sekolah terkait penerapan protokol kesehatan.

“Kami perbanyak wastafel, hand sanitizer, dan lain. Sebelum belajar ruang kelas kami sterilisasi dengan disifektan. Ada juga tim medis di sekolah. Ya harus jaga jarak saat belajar di kelar, semua sedang kami rancang,” imbuhnya. (ndi)

Share :