FOKUS :

Terungkap di Persidangan, Mantan Kadisdik Banten Tak Terlibat Korupsi UNBK

Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan komputer dalam UNBK tahun 2018 di Pengadilan Tipikor Serang. (foto: sugawa.id)   SUGAWA.ID- Fakta mengejutkan...

BACK_BANNER_DOG

Vonis Pembobol ATM Lebih Rendah Dibandingkan Pencuri Grill Besi DPUPR Depok

sidang

Pengadilan Negeri (PN) Depok. (foto: dok/sugawa.id)

 

Sugawa.id – Hukuman pembobol ATM lebih ringan dibandingkan pencurian griil besi atau penutup gorong-gorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Pasalnya, pembobolan ATM yang dilakukan oleh Yopie Eka Chandra alias Yopi dan Taufik Akbar alias Akbar divonis selama sepuluh bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Sedangkan pencurian griil besi atau penutup gorong-gorong yang melibatkan Muhammad Fahri Awal Lubis dihukum satu tahun dan empat bulan penjara di tempat yang sama.

Majelis hakim yang diketuai M Iqbal Hutabarat dengan anggota Yuanne Marrietta dan Darmo Wibowo Mohammad dalam amar putusan menyatakan terdakwa Yopie Eka Chandra dan Taufik Akbar telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan.

“Menjatuhkan pidana terhadap masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama sepuluh bulan,” kata Iqbal dalam amar putusan, kemarin.

“Menetapkan barang bukti berupa uang sebesar Rp 2.500.000,- dikembalikan kepada saksi Anggi Pranamulya. Satu buah obeng, satu buah pinset dan tiga buah kartu ATM BRI dirampas untuk dimusnahkan, sedangkan satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU warna biru nopol F-4798-EM dirampas untuk negara,” tambahnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Rozi Juliantono menuntut terdakwa Yopie Eka Chandra alias Yopi dan terdakwa Taufik Akbar alias Akbar bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan 5 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama sepuluh bulan dengan dikurangkan lamanya terdakwa ditangkap dan ditahan dengan perintah agar tetap ditahan,” ujar Rozi dalam surat tuntutannya.

“Menetapkan barang bukti uang tunai sebesar Rp 2.500.000,- dikembalikan kepada saksi Anggi Pranamulya. Satu buah obeng, satu buah pinset, tiga buah kartu ATM BRI dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU warna biru nopol F-4798-EM dikembalikan kepada terdakwa Yopie Eka Chandra,” sambungnya.

Sementara dalam perkara pencurian griil besi atau penutup gorong-gorong, majelis hakim M Iqbal Hutabarat dengan anggota Yuanne Marrietta dan Darmo Wibowo Mohammad dalam amar putusannya, terdakwa Muhammad Fahri Awal Lubis dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan empat bulan,” ucapnya.

“Menetapkan barang bukti berupa satu unit mobil Isuzu Phanter nopol B-2113-OG (angkutan umum 129) warna biru dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan satu griil besi atau penutup gorong-gorong terbuat dari besi dikembalikan kepada DPUPR Kota Depok,” lanjutnya.

Sebelumnya, JPU Lira Apriyanti menuntut terdakwa Muhammad Fahri Awal Lubis bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama satu tahun sepuluh bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah tetap ditahan,” ujar Lira dalam surat tuntutannya.

“Sedangkan barang bukti berupa satu unit mobil Isuzu Phanter Nopol : B-2113-OG (angkutan umum 129) dikembalikan kepada saksi Yunani melalui terdakwa, satu griil besi atau penutup gorong-gorong dikembalikan kepada DPUPR Kota Depok,” pungkasnya. (jan)

Share :