FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

Tiga Oknum Anggota DPRD Banten “Tersandung” Dana Hibah

Untitled-1

Diskusi publik forum lintas batas, dengan tema Mencari Otak Korupsi Dana Hibah Ponpes, Rabu (26/5/2021). (Foto: Ist)

 

 

 

Sugawa.id – Sedikitnya tiga oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten disebut-sebut akan “tersandung” dalam kasus dugaan menikmati aliran dana korupsi pondok pesantren tahun anggaran 2018 lalu.

Selain ikut menikmati aliran dana korupsi, ketiga oknum anggota dewan itu juga memanfaatkan bantuan dana hibah tersebut untuk kepentingan pencalonan mereka menjadi anggota legislatif.

Hal ini diungkapkan oleh penggiat anti korupsi Banten, Uday Suhada dalam diskusi publik forum lintas batas, dengan tema Mencari Otak Korupsi Dana Hibah Ponpes, Rabu (26/5/2021).

“Setidaknya ada tiga nama anggota DPRD Banten yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dana hibah ponpes untuk kampanye pileg. Ketiganya dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Tangerang, Ada indikasi aliran dana hibau mengalir sampai jauh ke mereka. Tentu ini menjadi kewenangan pak Asep (Kajati) dan kawan-kawan untuk melakukan penelusuran,” ujar Uday tanpa mau menyebut ketiga anggota DPRD itu.

Menurut Uday, keterlibatan ketiga oknum anggota DPRD Banten dalam  pusaran korupsi dana ponpes tersebut berdasarkan pengakuan sejumlah pengurus pondok pesanteren di lapangan.”Saya hanya mendapatkan informasi di lapangan, silakan Kejaksaan menelusurinya,” cetusnya.

Uday juga mengaku heran, tidak adanya kontrol dari Komisi V DPRD Banten sebagai mitra kerja Biro Kesra dalam pengawasan dan penyaluran dana hibah tersebut. 

”Anehnya, malah ada anggota dewan yang mengusulkan dilakukannya audit investigasi oleh BPK terhadap penyaluran dana hibah. Padahal, kasus tersebut kini sedang ditangani oleh kejaksaan,” tutur Uday.(yas)

Share :