FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Tempat Hiburan Depok Diimbau Tutup

Ilustrasi tempat hiburan (dok foto kanal jabar)

 

Sugawa.id – Guna percepatan penanganan pandemi virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan surat imbau seluruh tempat hiburan yang tersebar di wilayahnya untuk tidak buka sementara mulai Sabtu Sabtu (21/3/2020) malam. Surat imbauan tersebut ditandatangani Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Sri Utomo.

“Imbauan ini kami dikeluarkan untuk menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok Nomor 360/Kpts/DPKP/Huk/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Corona di Kota Depok,” kata Sri Utoma.

Sri Utomo menerangkan, ada dua poin yang dikeluarkan dalam percepatan penanganan virus corona, yakni penutupan sementara bagi tempat hiburan hingga warung internet (game station). “Seluruh pemilik atau pengelola tempat hiburan, tempat wisata, karaoke, spa, panti pijat, tempat biliard, bioskop, fitness center, dan game station untuk menutup sementara tempat-tempat kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sedangkan poin kedua, sambung dia, bagi warga yang ingin melaksanakan resepsi pernikahan untuk menunda. “Seluruh warga masyarakat Kota Depok agar menunda pelaksanaan resepsi pernikahan yang akan dilangsungkan. Ini berlaku mulai tanggal 22 Maret hingga batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut,” imbuhnya.
Sebelumnya Pemkot Depok mengeluarkan kebijakan pelarangan keagamaan di rumah ibadah dalam percepatan penanganan virus corona atau Covid-19.

Kebijakan itu disepakati bersama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota (Forkominko) Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pimpinan agama lain di Kota Depok.

“Covid-19 merupakan pandemi global dan penyebarannya sedemikian cepat baik di Indonesia, Jabodetabek dan termasuk di Kota Depok. Larangan kegiatan keagamaan yang bersifat massal (jamaah) untuk semua agama, termasuk Shalat Jum’at di Mesjid, Misa di Gereja dan semacamnya, serta melaksanakan ibadah untuk sementara waktu di rumah masing-masing,” ucap Walikota Depok Mohammad Idris. (ter)

Share :