FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Tak Gunakan Masker, Warga Depok  Harus Bayar Rp 50.000

WhatsApp Image 2020-07-23 at 18.08.43

Hari ini sudah diterapkan sanksi denda sebesar Rp 50.000 bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. (foto-foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Hari ini, Kota Depok mulai memberlakukan Gerakan Safari Bermasker. Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang keluar rumah tanpa masker, karena ada sanksi denda sebesar Rp 50.000. 

“Untuk hari ini sudah diterapkan sanksi denda sebesar Rp 50.000 bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Lienda Ratnanurdianny, Kamis (23/7/2020). 

Kegiatan yang digelar sejak pagi ini berhasil mendapatkan tiga orang warga yang tak menggunakan masker. Dua di antaranya pengendara sepeda motor dan seorang lagi merupakan penumpang angkutan kota (angkot).

“Mereka kita data lalu bayar denda di lokasi dan kita beri masker. Pembayaran denda pun ada kwitansinya,” papar Lienda.

Selain denda, kata Lienda,  pihaknya juga memberikan sanksi sosial seperti menyapu fasilitas publik, wawasan kebangsaan dan kegiatan bela negara. Sanksi non administrasi tersebut memang sudah sejak awal diberlakukan sebelum tilang denda berupa uang diterapkan.

Meski begitu, masih saja ditemukan banyak warga yang cuek akan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Penerapan sanksi ini, lanjut Lienda merupakan rangkaian dari kegiatan sosialisasi gerakan Depok bermasker yang telah dilaksanakan sejak 20-22 Juli 2020.

“Intinya untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih belum disiplin melaksanakan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Salah seorang pengendara motor, Jayadi mengatakan tidak tahu bila ada penerapan tilang berupa uang kepada pengendara yang tidak menggunakan maaker.

“Mungkin karena nggak terbiasa juga ya (pakai masker) jadinya lupa,” katanya.

Akibat kelalaiannya itu, Jayadi diharuskan membayar denda Rp 50.000 kepada petugas, transaksinya pun langsung dilakukan oleh petugas dari Bank BJB yang ikut serta dalam razia tersebut.

Perlu diketahui, ada lima titik kegiatan operasi yang sama dilakukan gugus tugas secara paralel yaitu di Tugu Jam Siliwangi, Pertigaan Lampu Merah Juanda, Pintu Tol Kukusan, Pasar Musi dan Depan Kantor Sukmajaya. (ter)

Share :