FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Lagi di Banten

WhatsApp Image 2020-05-18 at 18.28.43

Wagub Banten Andhika Hazrumi menerima bantuan yang disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. (Humas Pemprov Banten untuk Sugawa.id)

 

Sugawa.id – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi menyatakan tak ada lagi lonjakan lenularan Corona di wilayahnya.

“Saat ini PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) memasuki tahap ketiga. Sudah tidak terjadi lonjakan penularan,” ungkap Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi saat menerima Donasi Kemendag Peduli Kepada Pemerintah Provinsi Banten yang diserahkan oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Jerry Sambuaga, Senin (18/5/2020). 

“Yang menjadi wilayah klaster merupakan wilayah Tangerang Raya sebagai daerah penyangga DKI Jakarta,” tambahnya. 

Mewakili Pemprov dan masyarakat Banten, Andika mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan RI yang memberikan bantuan ke masyarakat Banten.

Dikatakan, hasil rapid test di beberapa pasar tradisional ada yang reaktif. Sehingga Pemprov Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menertibkan dan mempertegas pelaksanaan protokol kesehatan di pasar tradisional.

Menurut Wagub, di Provinsi Banten dua komoditi sembako sempat mengalami kenaikan. Komoditas bawang merah yang mencapai Rp 51.000 per kg dan gula pasir yang mencapai Rp 19.000 per kg. Sementara harga komoditas sembako lainnya relatif stabil.

Untuk komoditas gula, di Provinsi Banten sendiri ada empat pabrik gula rafinasi yang mendapatkan penugasan khusus untuk menstabilkan harga dan pasokan. Yakni PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ) Ciwandan Kota Cilegon, PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Ciwandan Kota Cilegon, PT Anggel Product Bojonegara Kabupaten Serang, dan PT Berkah Manis Makmur Cikande Kabupaten Serang.

Akibat Covid-19, Wagub mengungkapkan, telah terjadi penutupan sembilan (9) mall. hal itu mengakibatkan sebanyak 30.054 karyawan dirumahkan.

Sementara itu Wamendag Jerry Sambuaga mengungkapakan, Kemendag Peduli bagian dari Negara Hadir untuk meminimalisir dampak pandemik Covid-19. Pemerintah Pusat hadir di Provinsi Banten. 

Dijelaskannya, pasar-pasar tradisional tidak ditutup untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan barang-barang kebutuhan pokok (sembako).  

“Diijinkan beroperaai untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan barang tetap stabil,” tegasnya. 

Sementara itu bantuan yang disampaikan agar pasar-pasar rakyat beroperasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan SOP (standar operasional) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan dan memberikan suport kepada masyarakat dan Pemprov Banten saat Pandemik Covid-19,” ungkap Wamendag Jerry. Ditambahkan, sampai ditemukan vaksin, masyarakat harus disiplin. Mulai beradaptasi dengan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap Pemprov Banten dapat terus menjaga masyarakatnya dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (wib)

Share :