FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Sudah 18 Orang Dipanggil Kejari Depok

Untitled-1

Juru Bicara Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto yang juga menjabat Kasi Intel Kota Depok. (Foto: Ist)

 

 

Sugawa.id – Pengusutan dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok terus dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok. Kini, sudah 18 orang yang telah dimintai keterangan.

“Masih puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan keterangan). Totalnya, 18 orang yang sudah dimintai keterangan,” kata Juru Bicara Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto yang juga menjabat Kasi Intel Kota Depok kepada wartawan di kantornya, Jumat (23/4/2021).

Untuk hari ini, dikatakan Herlangga, ada 3 (tiga) orang yang dipanggil pihaknya untuk dimintai keterangan. Namun, dirinya enggan menyebut siapa saja 3 orang yang dimintai keterangan. “Yang pasti dari Damkar,” ucapnya.

Dari 18 orang yang telah dimintai keterangan, mantan ajudan Wakil Jaksa Agung itu membenarkan bahwa salah satunya merupakan kontraktor pengadaan sepatu PDL di 2018.

Saat ditanya apakah dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Damkar, Gandara Budiana, sambung Herlangga, untuk saat ini belum. Namun, apabila pihaknya membutuhkan keterangan Kepala Dinas pasti akan dilakukan pemanggilan.

“Untuk rekanan (kontraktor) pengadaan sepatu di 2018 sudah dipanggil. Yang kita panggil adalah orang yang menandatangani surat perjanjian kerja atau kontrak itu,” ungkapnya.

Selain PDL, pihaknya masih terus menelusuri dugaan korupsi pengadaan alat kelengkapan kerja serta pemotongan honor insentif pegawai Damkar Kota Depok. 

“Yang dilaporkan adalah pengadaan sepatu 2017, 2018, 2019 serta pengadaan perlengkapan pada Dinas Damkar, serta pemotongan honor insentif. Engga (3 kasus diusut Kejari Depok), jangan berdasarkan itemnya, itu satu laporan. Kalau pengadaan kan kelengkapan, berarti ada sepatu, seragam (satu set),” katanya. 

Berdasarkan pantauan, 3 orang yang datang dimintai keterangan yakni, Kabid Pengendalian dan Operasional DPKP Kota Depok Welman Naipospos, Kabid Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok Denny Romulo, dan seorang staf DPKP Kota Depok Erwin.

Untuk diketahui, dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok mencuat setelah aksi Sandi, tenaga honorer viral di media sosial. Dimana dalam poster yang dibentangkan Sandi meminta Presiden Joko Widodo untuk mengusut dugaan korupsi di kantornya.(ter)

Share :