FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

Stok Desinfektan Milik PMI Cabang Kota Bekasi Menipis

WhatsApp Image 2020-03-17 at 12.58.24

Sejumlah petugas PMI Kota Bekasi mencampurkan disinfektan untuk semprotkan ke sejumlah tempat, cairan ini berkurang dan meminta Dinkes Kota Bekasi menambah stol cairan itu. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Palang Merah Indondonesia (PMI) Cabang Kota Bekasi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengajukan penambahan cairan desinfektan ke pemerintah pusat. Musababnya, stok cairan tersebut saat ini minim dan diperkirakan habis dalam pekan depan. Padahal, cairan kimia ini sangat dibutuhkan untuk antisipasi penyebaran Virus Corona.

Itu diungkapkan Humas PMI Cabang Kota Bekasi, Imam Tri Subekti. Kata dia, menipisnya stok cairan desinfektan ini diketahui sejak virus Covid-19 merebak di Jabodetabek. Apalagi, cairan ini banyak dipergunakan untuk mensterilkan sebuah tempat agar virus asal Tiongkok ini tak mewabah.
“Stok disinfektan akan habis seminggu lagi. Cairan ini sangat dibutuhkan dan kami pun kesulitan mendapatkannya. Makanya kami minta bantuan Dinkes mengajukan ini ke Kemenkes,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2020).

Habisnya stok desinfektan itu, sambung Imam, lantaran banyak dipergunakan untuk penyemprotan wabah flu burung beberapa tahun lalu. Penyemprotan yang mereka lakukan itu hampir disejumlah pemukiman. Dan kegiatan itu dilakukan secara terus menerus.

“Disitu penggunaan stoknya kami pergunakan. Untuk satu wilayah saja bisa menghabiskan empat sampai delapan cairan desinfektan. Makanya yang tersisa sekarang dapat dihitung dengan jari,” ucapnya.

Diakui Imam, saat ini pihaknya mendapatkan permintaan penyemprotan disinfektan cukup tinggi dari berbagai lembaga terkait mewabahnya Virus Corona. Akibat minimnya cairan desinfektan, PMI Cabang Kota Bekasi hanya melakukan penyemprotan berdasarkan surat permintaan.

“Tentu penyemprotan cairan desinfektan, tidak dikenakan biaya atau gratis. Harapan kami ada pengiriman kembali cairan desinfektan dari Kemenkes sama Kantor PMI Pusat. Yang kami semprot itu ruang publik seperti sekolah, pemerintahan dan tempat kesehatan memang harus disemprot cairan ini,” paparnya.

Tak sampai disana, lanjut Imam, pihaknya sedang mencari dukungan atau suplai dari PMI Pusat. Sebab, cairan desinfektan langka dan mahal. Apalagi, stok di Dinkes Kota Bekasi tidak ada. PMI Cabang Kota Bekasi telah melakukan penyemprotan untuk beberapa sekolah, sampai sejumlah ruang kerja instansi yang ada di dalam Balaikota Bekasi.

Menanggapi itu, Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengaku, jika pihaknya bersama Walikota Bekasi telah mengajukan penambahan stok cairan desinfektan yang menipis di PMI Cabang Kota Bekasi ke pemerintah pusat. Bahkan pengajuan itu dikirimkan pada pekan, lalu. Namun pengajuan itu belum mendapatkan balasan dari Kementerian Kesehatan.

“Kami sudah bersurat karena adanya permintaan penyemprotan dari masyarakat yang takut tertular Corona. Stok kami saja pun sudah menipis dan mungkin dua hari akan habis. Memang banyak sekali permintaan penyemprotan itu,” cetusnya.

Upaya yang dapat dilakukan dinkes saat ini dalam menenangkan warga terkait wabah Corona, sambung Tanti, adalah mensosialisasikan kebersihan tubuh dan asupan makanan. Sebab, upaya pencegahan penularan virus Covid-19 ini adalah imunitas dalam tubuh. Dirinya yakin upaya itu akan dapat menanggulangi virus tersebut. (Nia)

Share :