FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Sri Utomo Rangkap Jabatan Sebagai Plt Sekda dan Wali Kota Depok

Pleno KPU Depok soal kemenangan Mohammad Sholeh

Pleno KPU Depok soal kemenangan Mohammad Sholeh. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Belum dilantiknya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok periode 2021-2026 berimbas terhadap pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Sri Utomo yang kini merangkap menjadi Plt Wali Kota.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri mengatakan, bahwa Plt Wali Kota bersifat sementara, tujuannya agar tidak terjadi kekosongan roda pemerintahan dan layanan publik.

Usai KH Mohammad Idris dan H Imam Budi Hartono dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok definitif, pucuk pimpinan pemerintahan akan kembali kepangkuan Idris dan Imam. 

“Idris dan Imam rencananya akan dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota di minggu keempat Februari 2021,” kata Supian melalui pesan singkat, Rabu (17/2/2021).

Idris dan Imam akan dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atas nama Menteri Dalam Negeri. 

“Akibat ada sesuatu hal, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Idris dan Imam ditunda hingga minggu keempat bulan ini,” imbuhnya.

Terpisah, Plt Sekda Kota Depok Sri Utomo mengungkapkan, penundaan pelantikan Wali Kota bukan hanya terjadi di Kota Depok melainkan di 270 kabupaten dan kota di Indonesia. 

“Kepala daerah yang masa jabatannya habis dan terdapat kekosongan managemen kepemimpinan pemerintahan kurang dari 1 bulan akan ditunjuk Plt yang secara otomatis Plt Sekda, ” ujar Sri Utomo. 

Untuk diketahui, Pilkada Kota Depok diikuti dua pasang calon yakni KH Mohammad Idris dengan H Imam Budi Hartono dan Pradi Supriatna dengan Afifah Alia.

Pasangan Idris dan Imam diusung PKS, Demokrat dan PPP. Sedangkan pasangan Pradi dan Afifah diusung koalisi gemuk meliputi PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, PAN dan PSI.

Dari total 748.346 suara, pasangan Idris dan Imam mengantongi 415.657 suara atau 55,54 persen. Sementara untuk pasangan Pradi dan Afifah hanya mengantongi 332.689 suara atau 44,46 persen.(ter) 

Share :