FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

Siswa Hanyut di Sungai Sempor, 3 Siswa Hilang 7 Meninggal

evakuasi korban ok

Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban hanyutnya siswa SMP Negeri 1 Turi. Dok Foto : BNPB.

 

Sugawa.id – BPBD Kabupaten Sleman masih melakukan pencarian terhadap 3 orang siswa yang hanyut akibat terseret arus deras Sungai Sempor yang terjadi pada Jumat (21/2/2020) sore. Ketiga orang itu masing-masing Yasina Bunga, Zahda Imelda dan Nadine Fadilah. Sementara 7 siswa dinyatakan meninggal dan 23 siswa dinyatakan mengalami luka-luka.

Dari 250 murid SMP Negeri 1 Turi yang mengikuti kegiatan susur sungai Sempor, 240 murid sudah dinyatakan selamat sehingga tinggal menyisakan 3 orang lain yang masih dalam pencarian personil gabungan BPBD.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo, Jumat (21/2/2020) malam menyatakan bahwa dari hasil laporan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Suprianto, insiden hanyutnya para siswa bermula ketika 250 murid SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor yang berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Ketika melakukan penyusuran tersebut, arus air tiba-tiba deras dan volume air meningkat akibat kiriman dari air hulu sungai.

Dia menyatakan BPBD Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.

Agus menyatakan insiden ini harus menjadi pembelajaran sehingga insiden serupa dapat dihindari. “Kegiatan penyusuran sungai, harus dilakukan oleh orang dewasa dan terlatih. Anak-anak dan remaja dilarang untuk melakukan penyusuran sungai mengingat sangat berisiko. Kegiatan ini juga perlu memberitahu aparat pemerintah dan keamanan setempat. Dan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau, karena di musim hujan, risiko air jadi tinggi akan sangat membahayakan,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Sugawa.id korban yang meninggal dunia adalah Sofia Aulia, Arisma Rahmawati, Nur Azizah, Latifa Zulfa, Khoirunissa Nurcahyani, Fanea Dida dan Eviata Putri Larasati. (wib/cok)

Share :