FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Ridwan Kamil Usulkan 300 Ribu Paket Vaksin Covid 19 untuk Depok

Kamil pantau persiapan vaksin ok

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau persiapan penyaluran vaksin Covid (sugawa.id)

Sugawa.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, dari kemungkinan  ada 3 juta vaksin Covid 19 yang akan dialokasikan ke wilayah Jawa Barat. Prioritasnya adalah  kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek), Khusus Depok diusulkan sebanyak 300 ribu paket vaksin  yang akan disalurkan.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, kemungkinan vaksin yang akan diberikan hanya sekitar 3 juta paket. “Untuk di Depok sendiri, nantinya kita akan usulkan diangka 300 ribuan paket vaksin, tapi data ini belum pasti sebab masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat,” ungkap Ridwan di UPT Puskesmas Tapos Depok, Kamis (22/10/2020).

Beberapa waktu lalu Emil menyatakan, pemberian vaksin akan dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, TNI-Polri, karyawan atau pekerja yang berpotensi menghadapi orang banyak seperti penjaga karcis di perkeretaan, dan yang terakhir ialah masyarakat. “Empat kategori itu yang akan kami vaksin, tapi dari kategori itu, ada aturannya lagi yakni kepada usia 18-59 tahun,” ujarnya.

Emil menjelaskan, pemberian vaksin dengan cara disuntik dan melalui dua kali tahap penyuntikan.  Para penerima vaksin harus terlebih dahulu melewati beberapa tahap, mulai dari meja pertama untuk pendaftaran, meja kedua dilakukan anastesi, meja ketiga pemberian vaksin atau penyuntikan vaksin. Kemudian di meja terakhir menunggu selama 30 menit pasca pemberian vaksin. “30 menit itu untuk menunggu apakah ada eksidentil pasca pemberian vaksin atau tidak,” ungkapnya.

Usai melalui empat tahapan tersebut, penerima vaksin diperkenankan untuk pulang. Tetapi sebelumnya, para penerima vaksin akan diberikan nomor petugas puskesmas sebagai antisipasi jika ada hal-hal yang terjadi terkait pemberian vaksin. Sedangkan untuk tahapan penyuntikan kedua, sambung dia, masih dalam proses kajian.

Sementara Pakar Vaksinasi dari Universitas Indonesia Vera menuturkan, rentan waktu penyuntikan pertama dengan kedua berjarak puluhan hari. “Ada yang 15 hari atau 30 hari. Pemberian dua kali ini juga telah melewati uji klinis, jadi, didapatkannya angka dua kali ini karena biasanya saat pemberian ketiga, tingkatan yang diperoleh sama seperti dua kali penyuntikan,” imbuhnya.

“Sehingga bisa disimpulkan bahwa menyuntikan dua atau tiga kali sama hasilnya, maka diambil dua kali penyuntikan aja,” paparnya. (ter)

Share :