FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Ridwan Kamil Akan Sinkronisasi Pembatasan Kegiatan di Bodebek

Ridwan Kamil klaster covid ok

Ridwan Kamil sedang memberikan keterangan pers. (sugawa.id)

Sugawa.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) terkait penanganan Covid 19. Koordinasi tersebut untuk memastikan gerak antar wilayah di Bodebek dan juga DKI Jakarta dapat memutus mata rantai Covid-19. Nantinya akan ada sinkronisasi kebijakan pembatasan sosial di tiga wilayah ini.

“Kita menyepakati bahwa klaster keluarga di Bodebek sedang tinggi-tingginya, terutama di Bogor. Dari 200an kepala keluarga, yang kena rata-rata 3, kasus ini juga yang dilaporkan terjadi di Kota Bekasi,” ungkap Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil usai rapat koordinasi di Balai Kota Depok, Selasa (6/10/2020).

Ia menuturkan, klaster keluarga terjadi dari klaster perkantoran di mana 60 persen warga Depok bekerja di Jakarta. Oleh sebab itu, klaster ini sedang diteliti apakah klaster kantor yang menjadi penyebab penyebaran Covid-19. Akan ditelaah klaster perkantoran mereka ada tempat domisili pasien atau berasal dari kantor yang ada di wilayah lain.

Emil mencontohkan kalau klaster kantornya ada di Bogor dan pasien berKTP Bogor, berarti klaster Covidnya dari Bogor. Atau kalo pasien tinggal di Bogor dan kantornya di Jakarta, bisa jadi klaster penyerbarannya dari Jakarta.
Selain soal pengecekan klaster Covidnya, pihaknya juga akan menyinkronisasi kebijakan pembatasan kegiatan yang kini sudah diterapkan di wilayah Kota Depok. Misalnya restoran dan kafe diperintahkan untuk membatasi pelayanan makan di tempat hingga pukul 18.00 WIB. “Namun kebijakan ini juga akan disinkronkan, karena masih ada beberapa wilayah yang belum sama, misalnya di perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor. Kanannya tutup, kirinya buka, nah itu yang sedang disamakan,” pungkasnya. (ter)

Share :