FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Ribuan Guru Honorer Kabupaten Serang Dapat Insentif Rp 52,2 Miliar

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersilaturahmi dengan ratusan guru honorer Kabupaten Serang, Kamis (30/1/2020). Dok Foto : Humas Pemkab Serang untuk Sugawa.id.

 

Sugawa.id – Ribuan guru honor akan mendapatkan insentif dari Pemkab Serang lewat anggaran yang bersumber dari APBD dengan total insentif hingga Rp 52,2 miliar. Guru yang mendapatkan insentif yakni guru honorer kategori dua (K-2), guru honorer murni, guru madrasah diniyah (MD), guru ngaji, dan guru pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Jika dilihat dari insentif yang diterima per guru memang kecil, karena kondisi anggaran pemda memang terbatas. Saya rasa guru honorer juga paham,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah usai bersilaturahmi dengan ratusan guru honorer Kabupaten Serang, Kamis (30/1/2020).

Tatu menyebutkan beberapa guru yang mendapatkan insentif yaitu guru honorer K-2 dengan total anggaran Rp6,3 miliar per tahun diperuntukan kepada 754 guru. Kemudian guru honorer murni tingkat SD dan SMP sebanyak 2.273 orang dialokasikan Rp10,9 miliar per tahun. Selanjutnya untuk 6.190 guru madrasah diniyah (MD) dianggarkan Rp14,8 miliar per tahun.

“Ada juga dana insentif guru ngaji sebanyak 9.851 orang dengan total anggaran per tahun Rp11,8 miliar. Kemudian ada untuk 3.045 guru PAUD dengan anggaran Rp 5,48 miliar. Banyak lagi guru-guru non pegawai negeri yang mendapat insentif. Jumlah dana insentif totalnya Rp52,2 miliar. Kami menganggarkan setiap tahun,” paparnya.

Tatu mengaku ingin menaikkan dana insentif untuk guru honorer, karena saat ini masih jauh dari layak. “Mereka para guru honorer juga sama dengan guru pegawai negeri, bukan separuh waktu dalam mendidik siswa, sama waktunya full. Saya berharap pendapatan asli daerah Kabupaten Serang bisa lebih baik, sehingga bisa mengalokasikan anggaran insentif guru lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Bupati menyatakan keberadaan guru honorer sangat diperlukan mengingat jumlah guru berstatus PNS masih sangat minim. Di tingkat SD dan SMP misalnya ada 162.27 siswa, dan jumlah guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) hanya 3.781 orang, maka tidak proporsional dengan jumlah siswa. “Tapi kalau dibantu guru honorer, tentu angka perbandingannya masuk. Jadi guru honorer sangat dibutuhkan,” tegas Tatu.(wib)

Share :