FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

Rapid Test Corona Massal Depok Batal

orang bermasker

Foto Illustrasi

Sugawa.id – Pelaksanaan rapid test atau uji cepat virus corona atau Covid-19 yang direncanakan akan dilangsungkan di Alun-Alun Kota Depok, Minggu (29/3/2020) resmi dibatalkan Wali Kota Depok Mohammad Idris. Pembatalan itu diambil setelah adanya sejumlah penolakan, baik dari Kepala Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho dan anggota DPRD Depok Nurhasim.

Teguh mengatakan dengan mengumpulkan orang yang jumlah banyak di tempat terbuka tentunya Wali Kota Depok membuka peluang penyebaran virus corona semakin tinggi. “Menurut saya sangat keliru kalau lokasi di Alun-Alun Kota Depok,” kata Teguh, Selasa (24/3/2020).

Ia menuturkan, rencana rapid test massal virus corona akan digelar Wali Kota Depok di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Akan tetapi, usulan itu ditolak Bupati Bogor lantaran takut warganya terpapar Covid-19. “Kami sangat mengapresiasi Pemkab Bogor sebagai bagian dari pencegahan,” katanya.

Hal berbeda diutarakan anggota DPRD Kota Depok Nurhasim. Dirinya menganggap Pemkot Depok lemah dalam koordinasi terhadap Covid-19. Sebab Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Depok banyak yang dokter, Sekretaris Daerah Kota Depok juga dokter namun kenapa tidak difungsikan.

“Saya nggak habis pikir atas rendahnya koordinasi ASN di Depok. Yang lebih makin nggak pikir Pemkot Depok mau numpang untuk rapid test di GOR milik daerah lain. Jika Wali Kota Depok niat, Pemkot Depok kan punya GOR kenapa harus numpang,” ujarnya.

Seharusnya, kata Nurhasim, langkah yang dilakukan dengan desentralisasi pemeriksaan ke puskesmas di seluruh kota ini yang dimana kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) tinggi. Sebab berkerumun dengan jumlah banyak saja dapat dikenakan sangsi sesuai perintah Kapolri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Sri Utomo menerangkan kalau pihaknya telah membatalkan rapid test massal yang akan digelar di Alun-Alun Kota Depok. “Nggak jadi ODP dan PDP di Alun-Alun Kota Depok, rapid test batal,” imbuhnya. (ter)

Share :