FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang

WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.06.44

Gubernur Banten Wahidin Halim. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Tangerang Raya diperpanjang dengan berbagai catatan dan kelonggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial masyarakatnya.

“PSBB diperpanjang dengan memuat berbagai instrumen yang disesuaikan dengan hal-hal yang masih dijadikan keluhan secara sosial kemasyarakatan,” ungkap Gubernur Banten Wahidin Halim, Minggu, (28/6/2020).

Dijelaskan, untuk keluhan sosial kemasyarakatan, dilakukan konsolidasi dan koordinasi untuk lebih terperinci dikoordinir oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait.  Termasuk di antaranya soal persiapan menghadapi sholat Iedul Adha serta potong hewan qurban.

Menurut pria yang akrab disapa WH ini, berdasarkan pantauannya, pasar modern relatif patuh pada protokol kesehatan, berbeda dengan pasar tradisional yang fasilitas cuci tangannya belum merata. “Jadi pasar tradisional ini, relatif perlu perhatian khusus,” tegasnya.

Gubernur Banten juga menyatakan, informasi aktual pelaksanaan PSBB dari Bupati/Wali kota menjadi bahan baginya dalam menetapkan langkah dan kebijakan untuk hari ini dan ke depan. Karena Wali kota dan Bupati lebih memahami kondisi sosial masyarakatnya. 

Gubernur juga mengapresiasi para Kepala Daerah di wilayahnya, jika selama ini perekonomian masih berjalan dengan stabil.

“Lainnya, kuartal ketiga yang seharusnya mulai terasa saat pandemi, tapi di tengah krisis aktivitas masyarakat tidak berkurang. Untuk belanja sehari-hari, berdasarkan survei, masyarakat relatif cukup berkemampuan,” ungkap Gubernur.

Namun lanjutnya, di lain pihak ada aktivitas-aktivitas masyarakat yang menjadikannya senang dan merasa bangga dengan sosialisasi dan terbiasa dengan melaksanakan protokol kesehatan. 

“Misalnya masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker kemana-mana. Di jalan, di toko, dan sebagainya,” ungkapnya. Namun, diakuinya, memang masih ada aktivitas masyarakat, gerakan-gerakan masyarakat meskipun pakai masker namun tidak social distancing.

Tapi yang menggembirakan, hasil pengamatan Dinas Kesehatan Pemprov Banten, bahwa tingkat penularan semakin rendah. Satu orang maksimal menularkan dua orang. 

Ditambahkan, arahan Gugus Tugas Covid-19, kantor pemerintahan tidak boleh buka kantor untuk mencegah transmisi di lingkungan kerja. Mencegah timbulnya kecenderungan area-area penularan baru. (wib)

Share :