FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Praktik Tanpa Izin, Dokter THT Asal Tiongkok Ditangkap

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan pers terkait penangkapan dokter asing yang berpraktek tanpa izin di Sunter, Jakarta Utara. Dok Foto : Humas Polda Metro Jaya untuk Sugawa.id.

 

Sugawa.id– Subdit Sumdaling Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap dr LS alias LI yang merupakan dokter THT wargan negara Tiongkok yang melakukan praktek tanpa izin di Klinik UCM, Rukan Puri Mutiara Blok D. No. 12 Jl Danau Sunter Barat, Sunter Agung, Jakarta Utara. Selain sang dokter, polisi juga menangkap A, selaku direktur atau pemilik klinik tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (23/1/2020), mengungkapkan penangkapan pada kedua tersangka bermula dari laporan masyarakat terkait adanya praktek dokter asing yang berpraktik sebagai dokter THT dengan cara menyuntikan cairan ke sekitar hidung dalam pengobatannya di Klinik UCM di Kawasan Sunter.

“Dari informasi itu, kami menindaklanjuti dengan cara mengirimkan petugas melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Petugas kemudian berpura-pura menjadi pasien dan mendapati dokter asing tersebut sedang melakukan praktik kedokteran tanpa memiliki Izin praktik dari Lembaga yang berwenang,” kata Yusri.

Yusri menambahkan ketika dimintai dokumen – dokumen kelengkapan praktik, ternyata tersangka LS maupun pihak manajemen Klinik UCM mengaku tidak memiliki dokumen izin praktik dan hanya memiliki passport.

“Diduga pemilik klinik menggunakan tenaga dokter WNA tersebut membuat para pasien percaya dan mau mengeluarkan biaya yang cukup besar dengan iming – iming mampu mengobati penyakit THT tanpa operasi. Mengingat saat ini berobat di luar negeri telah menjadi trend di kalangan masyarakat, sehingga masyarakat menjadi lebih percaya dan mudah diperdaya,” tambah lulusan Akpol 1991 ini.

Selain menangkap dokter asing tersebut, polisi juga mengamankan A, selaku pemilik klinik UCM tersebut. Ada pun barang bukti yang berhasil disita adalah berbagai macam obat-obatan untuk THT, sejumlah alat medit, dokumen-dokumen, buku rekam medis, buku data pasien infus, kwitansi pembayaran dan identitas dokter WNA.

Yusri menambahkan para tersangka akan dijerat dengan pasal 78 Jo pasal 73 ayat (2) dan atau pasal 75 ayat (3) Jo pasal 32 ayat (1) dan atau pasal 76 Jo pasal 36 dan atau pasal 77 Jo pasal 73 ayat (1) UU RI No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00,” katanya.

Selain itu, tersangka juga dapat dikenai Pasal 201 Jo 197 Jo 198 Jo 108 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.
“Karena itu kami menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan berhati-hati dalam memilih layanan kesehatan, pastikan bahwa dokter yang dipilih memiliki STR (surat tanda registrasi) dan SIP (surat izin praktek) yang resmi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya ini. (wib)

Share :