FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Polisi Tangkap Penjual Obat Illegal Berkedok Toko Kosmetik

Penjual Obat Illegal

Penjual Obat Illegal Berkedok Toko Kosmetik. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Polresta Tangerang Polda Banten berhasil melakukan Pengungkapan Kasus Penjualan Obat Keras Daftar G (Tramadol, Hexymer) tanpa izin, di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kapolesta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro, Minggu (14/2/2021) menyampaikan bahwa penangkapan ini berdasarkan laporan masyarakat tentanh adanya penjualan obat-obatan terlarang yang berkedok toko kosmetik. 

“Kemudian Tim Satresnarkoba Polresta Tangerang langsung menyelidiki ke lokasi, dan berhasil mengamankan M (28), warga Cikupa, Kabupaten Tangerang, ” kata Wahyu.

Dia menjelaskan hasil dari penangkapan petugas mengamankan barang bukti di tokonya berupa 50 butir obat jenis tramadol HCI yang terdiri dari 5 lempeng yang masing-masing berisikan 10 butir Tramadol HCI, 19 butir obat jenis tramadol HCI yang dalam kemasan lempeng yang tidak utuh, 208 butir obat jenis Heximer yang terdiri dari 26 plastik klip bening yang berisikan masing-masing 8  butir, 52 butir obat jenis Heximer yang terdiri dari 13  plastik klip bening yang berisikan masing-masing 4  butir, dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp.1.200.000,-(satu juta dua ratus ribu rupiah)

“Setelah itu petugas menggeledah di rumahnya dan menemukan barang bukti berupa 1.650 (seribu enam ratus lima puluh) butir obat jenis tramadol HCI yang terdiri dari 165 (seratus enam puluh lima) lempeng yang masing-masing berisikan 10 (sepuluh) butir Tramadol HCI, 520 (lima ratus dua puluh) butir obat jenis tramadol HCI dalam satu bungkus plastik bening, 1000 (seribu) butir obat jenis Heximer dalam satu bungkus plastik bening, 450 (empat ratus lima puluh) butir obat jenis Heximer dalam satu bungkus plastik bening, 416 (empat ratus enam belas) butir obat jenis Heximer terdiri 52 (lima puluh dua) bungkus plastik bening yang masing-masing berisikan 8 (delapan) butir,”ujar wahyu. 

Kapolres menyatakan atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 197 juncto Pasal 196 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar

Sementara itu Kabid humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi menghimbau untuk mengawasi perkembangan anak-anak dan saudara kita serta mengawasi perubahan perilaku dan kebiasaan agar kita mengetahui lebih dini sesuai usianya serta jika mengetahui ada peredaran obat-obatan terlarang segera melaporkan kepihak berwajib (yas)

Share :