FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Polda Metro Bongkar Aksi Sindikat Penipuan Forex Palsu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus tengah memberikan keterangan pers terkait dengan kasus penipuan berkedok jasa layanan Forex di Polda Metro Jaya, Jumat (17/1/2020). Dok Foto : Humas Polda untuk Sugawa.id.

 

Sugawa.id – Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasi membongkar jaringan penipuan Forex dengan modus memalsukan website milik PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Dalam kasus ini polisi menangkap empat orang tersangka yakni AW (24), ND (29), SB (32), dan MA (31).

Dari tangan para tersangka polisi menyita 1 bundel postingan dari akun FB Iis Sumiati Sumiati yang dipakai para pelaku, 1 bundel percakapan melalui whatsapp, 1 buah flashdisk yang berisi rekaman percakapan dengan para korban, 1 buah ponsel Samsung Note 9, 1 buah Hp Vivo, 3 Laptop, Port internet, Modem, Kartu sim card, Pulsa, puluhan buku rekening dengan kartu ATM yang digunakan para pelaku dalam menampung uang hasil penipuan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat (17/1/2020), menyebutkan pengungkapan kasus ini bermula ketika polisi menerima laporan dari Jessica Christy selaku legal PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk tentang ada penipuan bermodus jasa penanganan Forex yang mencatut nama perusahaan sekuritas tersebut.
“Dalam aksinya, para pelaku menggunakan alamat website palsu www.trimegahforex.com yang menyerupai alamat website asli PT Trimegah www.trimegah.com. Lewat website palsu itu, pelaku mengiming-iming korban yang mau berinvestasi di bidang Forex dan memanipulasi segala data seakan-akan mereka berasal dari perusahaan sekuritas tadi,” kata Yusri.

Sementara Kasubdit Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengungkapkan dari hasil penyelidikan timnya terungkap bahwa website palsu tersebut dikendalikan oleh keempat tersangka dari Palopo dan dan Pare-pare Sulawesi Selatan. Para pelaku sudah menjalankan aksinya selama tiga bulan terakhir dan telah mendapatkan enam korban dengan keuntungan yang didapat dari modus penipuan mereka mencapai Rp80 juta. “Mereka sudah meraup Rp 80 juta dari hasil penipuan Forex palsu tersebut, sebelum akhirnya ditangkap tim Subdit Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya,” katanya.

Roberto menjelaskan masing-masing tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda dalam sindikat penipuan Forex palsu ini. Tersangka AW berperan sebagai otak penipuan dalam kasus ini dan memiliki peran yang penting. Dia pelaku yang menyiapkan peralatan hingga membiayai website palsu untuk mengelabuhi korbannya. “AW juga yang membuat sistem aplikasi SMS Gateway untuk mengirim dan membalas pesan secara acak dan otomatis. Aplikasi tersebut dibuat untuk menjaring para calon korbannya,” papar Kasubdit Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya ini.

Dia menyatakan ketika korbannya sudah mentransfer uang, AW juga yang menarik uang hasil penipuan dari ATM Bank yang dipakai menampung dana hasil penipuan itu. “Dalam aksinya, AW mengajak tersangka ND yang ahli IT sebagai operator website palsu tersebut untuk menjalin komunikasi dengan seluruh calon korban melalui pengiriman SMS. Dia juga yang menggarap konten jklan tentang produk investasi forex palsu tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, AW juga yang merekrut tersangka SB dengan tugas mencari rekening aktif sebagai tempat penampungan uang penipuan. Untuk satu nomor rekening, SB mendapatkan imbalan sebesar Rp1,2 juta.
“Para tersangka akan kita jerat dengan pasal 35 ayat 1 jo pasal 51 ayat 1 dan atau pasal 28 ayat 1 jo pasal 45a ayat 1 UU No 19 tahun 2016 atas perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun,” ujar Roberto.

Menurut pengakuan tersangka ND, dalam menjalankan aksinya dirinya membuat sebuah website forex palsu dari situs blogger dari google dan kemudian website itu disebarkan menggunakan media sosial. “Kemudian jika ada korban yang tertarik, maka saya bertugas sebagai customer service yang meyakinkan korban lewat chatting WA,” ujar ND. (wib)

Share :