FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Polda Bongkar Praktek Klinik Stemcell Ilegal di Kemang

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana didamping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberi keterangan pers terkait kasus klinik Stemcell Ilegal di Kemang, Kamis (16/1/2020). Dok Foto : Humas Polda Metro untuk Sugawa.id.

Sugawa.id – Subdit I Kamneg Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil melakukan pengungkapan praktik penyuntikan stemcell tanpa tanpa izin dan penggunaan alat farmasi sesuai dengan standar ketentuan di Hubsch Clinic Ruko Bellepoint, Jalan Kemang Selatan VIII No. 55, Jakarta Selatan. Dalam pengungkapan itu, polisi menahan dr OH, YW dan LJP. Jumlah korban dari praktik klinik Stemcell ini diperkirakan mencapai 56 orang.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana didamping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi dari masyarakat mengenai adanya praktek penggunaan Steam Cells illegal di Hotel Grand Dika, Jalan Iskandar Syah, Jakarta Selatan serta di klinik HUBSCH yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan.

”Berdasarkan informasi itu, kemudian polisi melakukan penyelidikan dan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Jakarta dan Kementerian Kesehatan untuk mengetahui legalitas Kintaro Cell Power LTD. Setelah memastikan bahwa kegiatan suntik stemcell ini tak berizin, barulah kami melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap para pelaku,” ujar Nana dalam keterangan persnya, Kamis (16/1/2020).

Dari pemeriksaan para tersangka, lanjut Kapolda, diketahui bahwa praktik suntik stemcell yang dilakukan adalah illegal. Bahkan cara untuk mendatangkan serum stem cell dari C Power  Jepang juga tidak melalui prosedur yang benar.
“Tersangka YW dan LJ mengambil barang tersebut di Bandara Soekarno Hatta, untuk selanjunya pihak klinik HUBSCH Clinik dijadikan tempat untuk melakukan infus serum stem cell kepada pasien, dr. OH yang menjadi dokter sekaligus pemilik klinik yang bertugas melakukan tindakan infus kepada pasien,” ujar Nana.

Lulusan Akpol 1988 ini menyatakan serum Stem Cell ini dihargai $16.000 USD atau Rp. 230.000.000 dimana pasien yang akan membeli/menggunakan serum stem cell harus menyetorkan DP terlebih dahulu sebesar 50% yakni jumlah $8.000 USD kepada YW. Selanjutnya YW langsung order ke KC Power Co Ltd di Jepang dan produk serum akan dikirim ke Indonesia langsung dijemput oleh YW di Bandara Soekarno-Hatta. Sementara LJP berperan mencari konsumen melalui promosi seminar dan iklan media sosial.

”Kami masih menyelidiki apa isi dari ampul stemcell tersebut, kami masih lakukan pendalaman, para tersangka kami jerat dengan pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76 UU RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Pasal 201 jo Pasal 197 jo Pasal 198 jo Pasal 108 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,” ujar Kapolda. (wib)

Share :