FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Polda Banten Bantah Pemberitaaan Soal Penangkapan Pengunggah Video Ibu Hamil Ditandu

Kabid Humas Polda Banten ok

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi (Humas Polda Banten)

Sugawa.id – Berita soal penangkapan pemilik akun Facebook Badry Aldiansyah yang mengunggah video viral soal ibu hamil yang terpaksa ditandu karena jalan rusak tidak benar. Yang benar Kapolsek Panggarangan Lebak mengundang pengunggah video atas inisiatif dari Kepala Desa Barunai M. Hasan beserta perangkat desa, Ketua RT, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan ketua pemuda untuk duduk memecahkan masalah sehingga tidak mengakibatkan keresahan di masyarakat.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi dalam penjelasan menyatakan tidak benar ada penangkapan terkait video viral di Lebak tersebut. “Pengunggah video bukan diamankan untuk ditahan, namun dia diundang kapolsek bersama Barunai M. Hasan bersama tokoh masyarakat membicarakan hal itu agar tidak mengakibatkan keresahan di masyarakat,” kata Edy Sumardi, Kamis, (5/11/2020).

Edy mengatakan bahwa postingan video soal ibu hamil yang ditandu itu, banyak yang mengomentari dan menyinggung kepala desa, sehingga menimbulkan kegaduhan antara yang pro dan kontra kepada kepala desa. “Kejadian bermula ketika ada seorang ibu hamil bernama Ibu Tiyah akan melahirkan. Namun karena akses jalan sampai ke Balai Desa Barunai tidak bisa dilewati kendaraan akibat licin sehabis hujan, maka terpaksa ibu hamil itu terpaksa ditandu menuju balai desa untuk dibawa ke RS Malingping,” kata Kabid Humas Polda Banten ini.

“Kemudian Badrudin memposting video si ibu hamil lewat akun FBnya selama dalam perjalanan menuju mobil dengan membubuhi kata-kata “sudah 75 tahun kapan merasakan indahnya jalan. Yang mau melahirkan pun kudu digotong. Helou pemerintah setempat, apa kabar pemerintah setempat, Kp Ds Barunai Kec. Cihara Lebak Banten, mana sumpahmu.untuk mengayomi masyarakat,” ujar Edy Sumardi.

Dengan postingan tersebut banyak yang komen serta menyudutkan Kepala Desa, sehingga antara masyarakat yang pro dan kontra jadi memanas dan sedikit terjadi kegaduhan di kampung tersebut. “Menurut keterangan Kades Barunai M. Hasan, masalah ibu yang hamil itu nggak menyangkut apa-apa. Tetapi, 96 komentar dalam postingan itu menjelekkan pemerintah setempat, dari pada terjadi kejadian yang lain. Lepala desa membawa yang bersangkutan ke polsek untuk dilakukan musyawarah dan menyelesaikan masalah tersebut,” ujar Edy.

Kabid Humas Polda Banten menghimbau masyarakat untuk bermedia sosial yang bijak dan benar, jangan jadikan media sosial untuk membuat situasi Kamtibmas menjadi tidak kondusif. “Mari bijak bermedia sosial, jaga kondusivitas kamtibmas dengan postingan yang tidak menimbulkan kekacauan di masyarakat,” pesannya.(wib)

Share :