FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Perempuan Beri Kontribusi Aktif terhadap Pembangunan Banten

SERANG – Perempuan Banten memiliki kontribusi aktif terhadap pembangunan, baik mereka yang berusia muda (15 tahun) hingga usia dewasa bahkan nenek-nenek sekalipun. Sedikitnya ada 47 persen kontribusi kaum perempuan terhadap pembangunan di provinsi ini.

“Melansir data BPS, 47 persen kontribusi pembangunan Provinsi Banten sudah diberikan perempuan Banten. Kontribusi aktif tersebut tidak hanya diberikan oleh mereka yang bekerja, namun mereka yang merawat keluarga dan anak-anaknya untuk tumbuh menjadi anak dan keluarga yang sehat juga sangat berpengaruh kepada pembangunan Provinsi Banten,” papar Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy dalam Peringatan Hari Ibu tingkat Provinsi Banten 2019, Selasa (10/11/2019).

Karena itu, lanjut Andhika, Pemprov Banten sangat konsen dengan pembangunan berbasis gender. Hal ini  ditunjukkan dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2009.

“Ini merupakan komitmen Pemprov Banten dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan berbasis gender, dalam penganggaran dan penyusunan program di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Banten,” tambahnya.

Mantan anggota DPD RI ini mengatakan pada tahun 2020 Pemprov Banten merancang program agar masyarakat Banten yang tidak mampu dapat menerima pelayanan kesehatan dengan gratis bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Sosialisasi selfcare yang diselenggarakan Pita Putih Indonesia(PPI) membantu Pemprov memberikan fasilitas kesehatan terhadap masyarakat Banten. Sosialisasi ìni harus sampai ke pelosok desa agar masyarakat mengetahuinya,” ungkap Andika.

Sementara itu Ketua PPI Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa menyatakan sosialisai selfcare meningkatkan pengetahuan, kesadaran, maupun keterampilan ibu-ibu supaya tetap sehat. mengajarkan cara-cara mengambil keputusan dan langkah-langkah segera yang harus diambil dalam kondisi kritis. “Ketika perempuan sehat maka anak-anak, keluarga, komunitas, dan negara juga akan sehat,” pungkasnya. (wib)

Share :