FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Penerapan e-Tilang Depok Siap Dilaksanakan, Satlantas Cek Kelengkapan Prasarana

1563767127_20190709100323_normal_(1)

Penerapan elektronik tilang (e-Tilang) di Kota Depok akan mulai diterapkan diawal September 2020, nanti. (foto: indonesia/go/id)

 

SUGAWA.ID – Penerapan elektronik tilang (e-Tilang) di Kota Depok akan mulai diterapkan diawal September 2020, nanti. Hal itu diberlakukan untuk mendidik pengendara kota itu taat berlalulintas. Sejumlah persiapan penerapan sanksi terhadap pelanggaran menggunakan teknologi ini pun digarap Kepolisian bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Erwin Aras Genda. Dia mengatakan, sejumlah persiapan penerapan e-tilang sedang dilakukan jajarannya. Seperti kajian arus lalulintas dan kepadatan jalan serta jumlah kendaraan yang ada di kota tersebut.

“Nanti akan ada tahapan penerapan e-Tilang. Semua sarana dan prasarana pendukung sedang dipersiapkan. Ini sangat diperlukan untuk menerapkan kegiatan ini,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2020).

Dalam tahap awal, lanjut Erwin, pemasangan kamera pengawas akan dikerjakan di beberapa lampu merah yang ada di dua jalan protokol. Yakni Jalan Margonda Raya dan Jalan Ir H Juanda. Selanjutnya, tahap kedua pemasangan alat itu dilakukan diruas Jalan Raya Bogor, serta tahap ketiga yang dijadwalkan awal Februari 2021 dilakukan diruas Jalan Raya Bojongsari.

“Di dua jalan protokol itu akan kami tempatkan empat kamera CCTV di dua persimpangan. Untuk kebutuhan CCTV itu mencapai 20 unit untuk setiap persimpangan. Ruas jalan itu sangat padat arus lalulintas karena menghubungkan Jakarta-Bogor dan Bogor-Tangerang,” paparnya.

Menurutnya, dipilihnya sejumlah ruas jalan protokol untuk pemasangan CCTV e-tilang itu karena memiliki cukup tinggi pelanggaran lalulintas oleh pengendara. Salah satunya banyak pengendara kerap melawan arah yang menyebabkan kecelakaan.

“Tentu skala prioritasnya karena kawasan itu sering dipergunakan pengendara untuk melawan arus. Ini menjadi sasaran pertama program ini ya itu tadi. Kalau ini dapat ditekan maka pelanggaran akan berkurang,” jelasnya.

Diakui Erwin, ada beberapa jenis pelanggaran yang cukup banyak dilakukan pengendara saat berlalulintas di Depok. Seperti melawan arus lalu lintas, memutar sembarangan, parkir dibahu jalan, tak menggunakan helem, tak membawa SIM dan STNK, serta menerobos trafick light atau lampu merah. Akibatnya jumlah pelanggaran lalulintas ini membuat Depok menduduki peringkat utama di Polda Metro Jaya sebagai daerah rawan panggalaran lalulintas tertinggi.

“Pengendara disini tidak tertib berlalulintas. Mau itu sepeda motor, mobil pribadi sampai angkutan umum. Mereka suka saling serobot dan kebut-kebutan, jadi memang harus mulai di didik tertib berlalu lintas,” tegasnya.

Selain itu, kata Erwin, pendataan plat nopol kendaraan milik wwarga Depok pun sedang mereka lakukan bsrsama Samsat Depok. Hal ini untuk mempermuda personilnya mengirimkan surat tilang kepada pengendara yang melanggar dari hasil rekaman CCTV. Kamera pengintai itu pun telah disambungkan dengan petugas pengawas RDCC yang berlokasi di Mapolrestro Depok.
“Sama seperti TMC pengawasannya, dan software penyambungan CCTV dengan monitor serta komputer untuk mencari nopol kendaraan ini sudah mulai dikerjakan. Biar petugas mempermudah pengiriman surat tilang. Jadi kami buat simpel dan mudah cara kerjanya,” ungkapnya.

Untuk menerapkan e-tilang itu, Erwin menyatakan, Polrestro Depok telah melakukan koordinasi langsung dengan Pemkot Depok. Salah satunya dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok. Itu karena, penilangan terhadap kendaraan angkutan barang berada di instansi tersebut. Dan juga untuk memperbaiki penyambungan arus listrik ke CCTV pada setiap lampu merah di jalan protokol.

“Nanti akan ada pembahasan penanganan kemacetan dan tidak berfungsinya lampu merah. Ini juga untuk membantu kami melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” imbuhnya.
Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengungkap, pembahasan penerapan e-Tilang itu telah dilakukan jajarannya dengan Satlantas Polrestro Depok. Salah satunya penetapan titik pemasangan kamera CCTV dan penentuan ruas jalan yang akan dipantau. Selanjutnya penentuan jumlah personil dilapangan untuk memantau pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Benar itu sudah dibahas dan tahap pelaksanaannya nanti di Jalan Margonda Raya dan Ir Juanda. Untuk CCTV sudah ada di beberapa ruas jalan dan telah terkoneksi ke Polres. Yang sekarang sedang berjalan adalah sosialisasi ini ke pengendara,” lugasnya.

Dadang pun telah mempersiapkan personilnya mengantisipasi pelanggaran lalulintas yang dilakukan angkutan umum dan barang. Seperti parkir dibahu jalan untuk menaikan dan menurunkan penumpang. Mengingat aksi ini kerap dilakukan karena kurangnya pemahaman sopir menggunakan halte bus untuk beroperasi. (ndi)

Share :