FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Pemrov Banten Akan Laporkan Kasus Penipuan Catut Nama Gubernur ke Polisi

Eneng Infokom banten ok

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Eneng Nurcahyati (Humas Banten)

Sugawa.id – Pemprov Banten berencana melaporkan kasus surat palsu yang mencatut nama Gubernur Wahidin Halim ke Polda Banten untuk melacak siapa pelaku yang menggunakan surat tersebut untuk menipu sejumlah perusahaan di Banten.

Akan kita laporkan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Eneng Nurcahyati dalam keterangan persnya, Rabu (14/10/2020).

Dirinya dengan tegas mengungkapkan bahwa surat yang beredar adalah palsu dan tidak benar. Dirinya sudah mendapat laporan bahwa ada sebuah perusahaan di Cilegon yang tertipu oleh surat palsu tersebut. Karena itu, Eneng menghimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap berbagai pola dan bentuk modus kejahatan saat ini, terlebih di saat Pandemi Covid19 dimana banyak pegawai baik negeri maupun swasta yang melaksanakan Work from Home sehingga akan mudah dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terutama dalam mengacaukan informasi atau menyebarkan informasi hoax.

Eneng menuturkan sebagai bukti surat itu palsu meski mengatasnamakan Gubernur Banten dan kepala surat lambang negara Burung Garuda, tapi terdapat banyak kejanggalan di sana. Berbagai kejanggalan terlihat dari surat palsu itu, seperti indeks penomoran surat yang tidak sesuai dengan tata kelola administrasi yang berlaku serta menjiplak penomoran surat di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” jelasnya.

Ditambahkan, parahnya surat palsu tersebut mencantumkan no rekening salah satu Bank atas nama Juwita yang tidak dikenal di lingkungan Sekda Banten. Penipu itu meminta korban mengirimkan bukti transfer melalui Sekretaris Daerah Provinsi Banten, namun transfernya ke nama pemilik rekening yakni Juwita dengan nomor kontak +62 853 4188 1753 serta email pribadi.

Eneng memastikan surat itu dimaksudkan untuk tujuan kurang baik yakni meminta dana ke para Direksi BUMN, BUMD, perusahaan konstruksi, perhotelan, perdagangan umum, perbankan, hingga jasa lainnya dengan dalih dana bantuan pelaksanaan Pilkada 2020 disebabkan kekurangan dana yang dialokasikan dalam APBD Provinsi Banten. (wib)

Share :