FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Pemprov Banten Masih Hati-hati Soal Pembukaan Sekolah

WhatsApp Image 2020-08-10 at 17.39.40

Gubernur Banten Wahidin Halim. (Humas Pemprov Banten)

 

Sugawa.id – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan Pemprov akan tetap berhati-hati terkait pembukaan sekolah meski pemerintah pusat telah memberikan keleluasaan (diskresi, red) kepada daerah.

“Ini perlu hati-hati dalam menerapkannya. Sampai sejauhmana jika sekolah dibuka? Jangan sampai sekolah dibuka tatap muka, terjadi peningkatan angka yang terpapar seperti di Tegal dan Cilegon.  Artinya, jangan ketika Pemerintah Pusat memberikan diskresi kepada daerah, tapi kita tidak hati-hati. Harus dipersiapkan dan dicek sejauhmana sekolah-sekolah siap dengan sarana prasarana dan pemantauannya,” tegasnya. 

Selain pembukaan sekolah, gubernur juga mewacanakan penerapan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disesase 2019. 

Wacana penerapan Inpres ini untuk merespon terjadinya peningkatan kasus di wilayah Tangerang Raya, khususnya di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Namun Gubernur menyatakan wacana ini perlu didiskusikan dan dikaji lebih lanjut. Termasuk kesiapan aparat penegak hukum dan sesuai dengan kondisi masing-masing kabupaten/ kota.

“Ada kecenderungan kenaikan di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Walaupun tidak berpengaruh terhadap kenaikan di tingkat nasional, kita kaji dan apa yang mempengaruhinya. Waspadai dan pertahankan. Jangan sampai posisi Zona Kuning kembali lagi ke Zona Merah karena akan  sangat berat untuk penanganannya,” tegas Wahidin.

Mantan Wali Kota Tangerang ini menginstruksikan untuk memberikan perhatian terhadap kehadiran kerja bagi  pegawai di pemerintah daerah maupun swasta agar menjadi perhatian termasuk mempertimbangkan kembali WFH (Work from Home).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten Ati Pramudji H melaporkan, dalam dua (2) pekan PSBB Perpanjangan Ketujuh atau PSBB Tahap VIII wilayah Tangerang Raya, terjadi peningkatan kasus di wilayah Tangerang Raya.

Hal itu, lanjutnya, karena masifnya tracing, dan skrining yang dilakukan, mobilitas masyarakat yang menimbulkan klaster import bertambah, serta dibukanya beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan yang menjadikan klaster baru. (wib)

Share :