FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Pemkot Tangsel Minta Bantuan Laboratorium PRC Keliling

Allin-Hendalin Sekdis Tangsel ok

Sekretaris Dinas Kesehatan Tangsel Allin Hendarlin (Palapanews)

Sugawa.id – Pemkot Tangsel minta Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat menyediakan mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR) bagi pasien Covid-19 di wilayah itu. Sebab Labkesda Tangsel hanya mampu memeriksa sampel maksimal 100/hari. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Tangsel Allin Hendarlin Mahdaniary mengatakan, permintaan bantuan mobil PCR keliling diharapkan dapat mempercepat dan memperbanyak pemeriksaan sampel. Mengingat meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang positif membuat jajarannya kini mengintensifkan tracing guna mendata siapa saja yang terpapar virus Corona.

“Labkesda kami hanya mampu menampung pemeriksaan sampel 50-100/hari. Kami bersyukur selama ini ada laboratorium pemerintahan yang membantu kami. Seperti mikro UI, kami dapat kirim sampel 50/hari. Litbangkses 100 sampel/hari. Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Banten sehari kami dapat kirim 100 sampel. Terus ke BPPTKL di Bambu Apus 100 sampel/hari,” kata Allin, Kamis (15/10/2020).

Diakui Allin, tidak adanya mobil PCR Keliling membuat Labkesda Tangsel kebanjiran tugas. Padahal dalam sehari, Labkesda itu hanya mampu memeriksa 100 sampel saja. Dan karena itu usulan bantuan dari provinsi dan pemerintah pusat untuk menyediakan mobil laboratorium PCR Keliling diajukan.

Tak sampai disana, sambung Allin, dalam sehari ada 300 spesimen yang diberikan kepada pemerintah melalui Lakesda Tangsel. Akan tetapi hanya sedikit yang dapat tertampung, sehingga butuh 7 sampai 14 hari hasil sampel tersebut dikeluarkan.

“Keterbatasan anggaran makanya belum sanggup menambah kapasitas Laboratorium PCR ini. Kami sudah mengajukan pengadaan unit keliling yang harganya sekitar Rp 8 miliar, tapi belum disetujui. Kami tawarkan ke ibu Wali Kota solusinya, mungkin kami harus menyiapkan laboratorium PCR mobil. Kami sedang membanding-bandingkan dulu apakah mau beli mobil PCR Keliling atau menambah alat buat di Labkesda. Sejauh ini kami masih mengupayakan memaksimalkan yang ada dahulu sambil menunggu bantuan atau membeli sendiri alat itu,” imbuhnya.(ndi)

Share :