FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Pemkot Depok Minta Masyarakat Beribadah di Rumah

Moh Idris ok

Wali Kota Depok Mohammad Idris (Janter/Sugawa.id)

Sugawa.id – Mulai hari ini, Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan kebijakan pelarangan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam rangka percepatan penanganan virus corona atau Covid-19 di wilatanya.
Kebijakan itu disepakati bersama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota (Forkominko) Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pimpinan agama lain di Kota Depok.

“Covid-19 merupakan pandemi global dan penyebarannya sedemikian cepat baik di Indonesia, Jabodetabek dan termasuk di Kota Depok. Larangan kegiatan keagamaan yang bersifat massal (jamaah) untuk semua agama, termasuk Shalat Jumat di Masjid, Misa di Gereja dan semacamnya, serta melaksanakan ibadah untuk sementara waktu di rumah masing-masing,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris , Jumat (20/3/2020).

Dalam percepatan masa tanggap virus Covid-19, Idris meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan menjaga jarak antar orang. “Ini merupakan salah satu tindakan taktis, terintegrasi dan extra ordinary agar menghambat penyebaran Covid-19 dalam membatasi pertemuan orang dengan strategi social distancing (jarak sosial) dan physical distancing (jarak fisik),” katanya.

Pada Kamis (19/3) kemarin, Pemkot Depok mengeluarkan imbauan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN untuk tidak berkantor dan melakukan pengerjaannya di rumah. Itu menindaklanjuti surat edaran Menteri PAN-RB RI No.19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. (ter)

Share :