FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Pemkot Depok Larang Buka Puasa Bersama, Ini Alasannya

Daging

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono. (Foto: Ist)

 

 

Sugawa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan buka puasa bersama alias bukber secara massal.

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) Wali Kota Nomor: 451/171-Huk tentang Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah dalam Masa Pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mengatakan, imbauan ini sebagai antisipasi untuk memutus penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Depok. Terlebih saat ini Kota Depok tengah berada di zona oranye atau tingkat risiko rendah.

“Ini untuk menjaga penyebaran Covid-19,” kata Imam seusai meninjau harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Agung, Senin (12/4/2021).

Nantinya, kata Imam, pihaknya akan menerjunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok dalam menjaga dan mengawasi lokasi-lokasi yang rawan menjadi tempat untuk dijadikan bukber.

“Kami mengimbau kepada RT, RW, lurah dan camat untuk menginformasikan kepada masyarakat agar tidak mengadakan buka puasa bersama dalam jumlah banyak atau massal,” ujarnya.

Selain memutus penyebaran Covid-19, masih kata ketua DPP PKS Depok ini, bahwa kebijakan ini demi terlaksananya pembelajaran tatap muka (PTM) yang sedianya dijadwalkan pada 12 Juli 2021mendatang.

“Depok sekarang zona oranye, mendekati zona kuning. Jangan sampai gara-gara bukber, Depok merah lagi. Kan kasian anak-anak sekolah mau belajar tatap muka. Kita harap Depok zona hijau,” pungkasnya.(ter)


Share :