FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Pembebasan Lurah Benda Baru Bisa Coreng Dunia Pendidikan Tangsel

gedung rusak

Ilustrasi pengrusakan gedung. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Kasus pengeluaran surat perintah penghentian penyidikan (SP3) Lurah Benda Baru  Sd  dinilai akan mencoreng wajah pendidikan Tangsel. Pasalnya yang bersangkutan melakukan pengrusakan SMAN 3 karena siswa titipannya tidak diterima di sekolah itu.

“Kasus damai antara Lurah Benda Baru dan SMAN 3 akan jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Tangsel. Salah satu pendidikan karakter yang dikembangkan sekolah mengenai keteladanan nantinya akan terimbas. Selain itu aksi seperti itu  bisa ditiru pejabat lain dan dianggap hal yang biasa saja,” kata  Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, Rabu (2/9/2020).

Dikatakan, diberhentikannya kasus pengerusakan fasilitas sekolah dengan adanya pengajuan perdamaian dari pihak SMA Negeri 3 dengan Lurah Benda Baru mambawa akan jadi contoh buruk bagi keteladanan pendidikan. Kasus tersebut seharusnya dapat dilanjutkan oleh Kepolisian bersama Pemkot Tangsel sesuai aturan hukum yang berlaku. Mengingat ada unsur kekerasan dan intimidasi yang dilakukan Sd ke pihak sekolah. Apalagi Sd juga telah menyalahgunakan wewenang sebagai Lurah untuk memaksa siswa titipannya diterima oleh pihak SMA Negeri 3 Tangsel.

“Dalil seperti ini yang selalu membuat proses hukum tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah. Jadi ke depan tidak akan ada efek jera bagi si pelaku dan ini sangat tidak baik. Boleh saja berdamai tetapi harus ada jaminan kasus tidak terulang lagi. Sebab aksinya diikuti orang lain karena mereka melihat tidak ada proses hukum dalam kasus ini. Itu kan bagian dari praktik tindakan koruptif di sekolah, dan model semacam ini bisa tumbuh subur,” ujar Ubaid.

Ubaid menyarankan, Pemkot Tangsel dapat memberikan sanksi tegas bagi Sd, kendati perdamaian itu telah terjadi. Sebab, dengan sanksi tersebut dapat membuktikan pemerintah daerah tegas dalam membina ASN yang berprilaku buruk.

Sebelumnya, Polisi telah menetapkan Lurah Benda Baru sebagai tersangka dalam kasus pengerusakan fasilitas sekolah. Penetapan status tersangka itu berdasarkan dua alat bukti yakni pecahan kaca dari toples serta rekaman CCTV di ruangan Kepsek SMA Negeri 3. 

Kepala SMA Negeri 3 Tangsel Aan Sri Analiah mengaku, telah mencabut laporan terhadap Sd ke Polsek Pamulang. Alasan pencabutan laporan dengan jalan perdamaian itu ditempuh lantaran Lurah Benda Baru ini telah menunjukkan iktikad baik, yakni dengan mengakui perbuatan tersebut dan telah meminta maaf secara berulang kali.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan menuturkan, penghentian sebuah kasus oleh penyidik kepolisian telah diatur oleh undang-undang. Dimana penghentian itu dapat dilakukan jika pelapor mencabut berkas laporan dan menyatakan sepakat berdamai. Seiring dengan hal itu  proses penyidikan pun dihentikan.

“Ada mekaniseme yang mengatur ini. Karena sudah berdamai dan ada pencabutan pengaduan. Walau bukan delik aduan tapi sudah tercapai rasa keadilan kedua belah pihak. Ini yang kami pertimbangkan untuk dihentikan penyidikan kasusnya,” tuturnya. (ndi)

Share :