FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Pelayanan Sertifikat BPN Tangsel Dikeluhkan Warga

BPN Tangsel ok

Suasana Kantor BPN Tangsel (Sugawa.id)

Sugawa.id – Pelayanan pengurusan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang dilakukan BPN Tangsel dikeluhkan masyarakat. Karena ada sertifikat yang sudah dua tahun pengurusannya tidak selesai. Sejumlah warga bahkan mengaku sudah menyetorkan dana kepada petugas ATR/BPN Tangsel.

Nunung (67), warga Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur misalnya,  mengaku hampir dua tahun sertifikat tiga tanah milik anaknya tidak ditindaklanjuti oleh BPN Tangsel. Sementara dia dan anggota keluarganya telah menyetorkan sejumlah uang kepada petugas di BPN Tangsel untuk segera memproses sertifikat tersebut.

“Kami daftarkan dalam program PTSL tahun 2018 lalu. Tapi sampai sekarang tiga sertifikat itu belum jadi. Pas kami datang ke sana bertanya, banyak alasan dari petugas BPN Tangsel,” kata Nunung, Rabu (21/10/2020).

Nenek empat cucu ini mengatakan, ada enam sertifikat tanah milik putra-putrinya yang didaftarkan dalam program yang diluncurkan Presiden Joko Widodo itu ke BPN Tangsel pada 2018. Akan tetapi, dari enam sertifikat itu hanya tiga sertifikat yang diterima dan diproses.

“Seharusnya kalau diproses pasti semua sudah selesai di awal 2019, ini kenapa baru tiga saja yang diproses. Sudah lebih dua tahun ini kami ajukan, kami ikut PTSL kan karena biayanya murah,” ucapnya.

Menurutnya, uang yang disetorkan kepada petugas BPN Tangsel untuk mengurus enam seetifikat dalam program PTSL ini mencapai jutaan rupiah. Dana itu merupakan hasil uruan anak-anaknya. “Semua dokumen lengkap. Dari satu bidang dipecah menjadi 6 bidang untuk 6 sertifikat. Karena PTSL, biayanya lebih murah dibanding mengurus sendiri lewat notaris. Uangnya sudah kami kasih juga biar cepat diproses,” ujar Nunung.

Dia berharap sebagai warga kecil bisa mendapat pelayanan maksimal. Perlakuan yang didapat berbeda dengan sejumlah notaris yang dengan lancar mengurus sertifikat di BPN  Tangsel. “Saya lihat sendiri banyak notaris mendapat pelayanan maksimal. Yang urus sendiri malah dicuekin, ya mungkin uang pelicinnya besar dikasih makanya cepat diproses,” imbuhnya.

Wakil Kordinator Tangerang Transparancy Public Watch (TRUTH) Jupri Nugroho menuturkan, TRUTH mencatat sedikitnya ada 75 bidang milik warga di Kecamatan Pondok Aren dan Setu yang belum mendapat kejelasan soal sertifikatnya meski sudah mendaftarkan program PTSL cukup lama.

“Kami melihat pola kerja BPN Tangsel tak berubah, siapa yang memberikan uang sogokan maka akan dilayani cepat. Kami sudah sering mendapatkan laporan seperti ini dari masyarakat,” tuturnya.

Dia menyatakan akan melaporkan soal buruknya pelayanan yang diberikan ATR/BPN Tangsel ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN dan Presiden.

Kepala Kantor ATR/BPN Tangsel Himsar yang dihubungi sama sekali tidak memberikan respon terkait lambannya pengurusan PTSL yang dikeluhkan masyarakat. Bahkan pesan Sugawa.id ke nomor pribadinya pun tak mendapatkan respon.(ndi)

Share :