FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Pelaku Tawuran di Depok Dituntut Enam Tahun Penjara

Tawuran Pelajar tempo ok

ilustrasi (Tempo)

Sugawa.id – Kejaksaan Negeri Depok melalui Bidang Intelijen Alfa Dera dan Faisal Anwar menuntut anak pelaku tawuran yang mengakibatkan tewasnya seorang dengan pidana penjara selama enam tahun.

Menurut jaksa penuntut umum (JPU), si pelaku telah terbukti bersalah melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 76C jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kami selaku penuntut umum telah menuntut anak pelaku berinisial F (16) selama enam tahun penjara,” kata Dera didampingi Faisal saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2020).

JPU mengatakan, pelaku F merupakan salah satu pelaku tawuran pelajar di Lembah Gurame beberapa waktu lalu. Penyidik Kepolisian Sektor Pancoran Mas telah menetapkan dua anak menjadi tersangka dalam peristiwa itu. “Sebelum berkas anak pelaku F ditingkatkan ke penuntutan, terlebih dahulu diteliti oleh Jaksa Peneliti. Sementara anak pelaku lainnya berinisial B (16), saat ini masih dilengkapi oleh penyidik atas petunjuk dari Jaksa Peneliti,” ujarnya.

Di dalam persidangan didapati fakta menyatakan bahwa pelaku F telah mengayunkan senjata tajam (sajam) jenis celurit ke arah anak korban sehingga mengakibatkan tewasnya korban. “Di persidangan, JPU menghadirkan lima saksi di antaranya, orang tua anak korban dan empat saksi,” ungkapnya.

JPU menjelaskan, barang bukti yang dihadirkan di persidangan di antaranya, berupa handphone yang di dalamnya terdapat video berisi rekaman gambar pelaku sedang membawa sajam jenis cerulit sambil mengejar anak korban.

“Berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : R/006/SK.B/X/2020/IKF tanggal 14 Oktober 2020 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto, yang diperiksa dan ditandatangani oleh dr. Farah P. Kaurow, SpFM dan dr. Arif Wahyono, SpFM selaku dokter yang memeriksa dan menyimpulkan korban mengalami luka terbuka pada leher sisi kanan dan otot-otot lehernya, pembuluh nadi utama leher sisi kanan, kelenjar gondok bagian kanan dan sebagian tulang selangka kanan terpotong akibat senjata tajam, serta darah dalam rongga dada kanan serta organ-organ dalam yang pucat. Selain itu, ditemukan luka-luka lecet pada punggung akibat kekerasan tumpul. Sebab kematian akibat kekerasan tajam pada leher sisi kanan,” bebernya.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok Herlangga Wisnu Murdianto menghimbau kepada seluruh pelajar, khususnya di Kota Depok agar jangan terprovokasi atas isu-isu yang belum diketahui kebenarannya. “Di masa pandemi Covid-19 ini, para pelajar diharapkan lebih banyak beraktivitas di rumah dengan cara giat belajar dan rajin ibadah supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tandas Herlangga. (ter)

Share :