FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Pejabat Dinsos Kota Depok Diperiksa Polisi Terkait Pemotongan Dana Bansos

WhatsApp Image 2020-04-25 at 15.10.50

Sekda Kota Depok Hardiono. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Sejumlah pejabat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Jawa Barat menjalani pemeriksaan di kepolisian terkait dugaan pungutan liar (pungli) dana bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp 7,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok 2020.

Sekda Kota Depok Hardiono mengungkapkan, beberapa hari lalu sejumlah pejabat Dinsos Kota Depok diperiksa pihak kepolisian. “Seperti apa hasil pemeriksaannya, kita tunggu ya,” ujar Hardiono, Jumat (24/4/2020). 

Dirinya berharap pihak kepolisian bertindak tegas terhadap para pelaku pungli sesuai dengan ketentuan berlaku. 

Perlu diketahui, kasus ini berawal saat Pemkot Depok menganggarkan dana bansos dari biaya tak terduga (BTT) APBD Tahun 2020 sebesar Rp 7,5 miliar untuk 30.000 keluarga yang terdampak pandemi Covid-19. 

Setelah dicairkan Dinsos, dana Rp 7,5 miliar itu disalurkan ke RT. Tapi disalurkan hanya ke sebagian orang saja. Padahal, orang-orang yang tidak kebagian itu terdaftar sebagai penerima bansos berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) atau disebut keluarga penerima manfaat (KPM). 

Namun, ungkap Hardiono, ada KPM yang mendapatkan dana bansos disunat secara bervariasi. Di enam RT di lingkungan RW 05 Kelurahan Cilodong berjumlah 360 KK dipotong sebesar Rp 50.000 per keluarga yang seharusnya menerima Rp 250.000. Lalu, di RT005/006 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas berjumlah 146 dipotong sebesar Rp 25.000 per keluarga. 

Kemudian, di Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji dipotong sebesar Rp 100.000. Menurutnya, berdasarkan protokol penyaluran bansos di Kota Depok tidak boleh melakukan pemotongan, apapun dalilnya. “Itu hasil investigasi kami dilapangan sementara. Saya menduga kasus ini juga terjadi pada RT-RT lain di 63 kelurahan Kota Depok,” imbuhnya. (ter)

Share :