FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Paslon Dalam Pilkada Tangsel Sibuk Galang Dukungan, Tak Yakin Sama Parpol

Print

 

Sugawa.id — Sejumlah kalangan menilai adanya kekhawatiran dari para kontestan yang akan menjadi calon Wali Kota/Wakil Wali Kota di Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Musababnya, mereka sibuk mengalang dari elemen masyarakat untuk mendapatkan dukungan diluar dari mesin partai politik. Hal itu pun membuktikan adanya kekhawatiran mereka kalah dalam kontestasi di pesta politik.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul menegaskan, kesibukan menggalang dukungan dari elemen masyarakat oleh para paslon kepala daerah terlihat setelah mendapatkan rekomendasi dari sejumlah partai pengusung.

Giat itu ditandai dengan aksi blusukan paslon ke sejumlah elemen masyarakat. Dan itu ditunjukan dengan mengumbar janji politik dalam mendapatkan dukungan.

“Ini yang sedang mereka kerjakan sekarang. Lebih sibuk menggalang dukungan dari sejumlah elemen masyarakat. Tentu giat ini memiliki alasan yang kuat dari mereka,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2020).

Dijelaskan Adib, ada beberapa faktor yang menyebabkan aksi galang dukungan dari elemen masyarakat tersebut. Yakni, angka golput yang cukup tinggi, tidak memiliki popularitas di masyarakat. Dan juga kekhawatiran dengan mesin politik yang tidak bekerja maksimal.

“Pasti mereka khawatir mengenai kekalahan, karena angka golput tinggi di tengah pandemi ini. Makanya paslon ini berlomba-lomba cari dukungan ke berbagai elemen warga. Tentu keinginan mereka itu hanya untuk menang saja,” paparnya.

Menurutnya, rasa ketakutan tak terpilih dalam Pilkada itu terlihat dari para paslon yang maju. Apalagi wajah baru mereka itu tidak membuat cukup besar simpati warga untuk memberikan hak pilih mereka.

“Jika mereka percaya dengan mesin politik yang mengusung tidak perlu lagi menggalang dukungan dari elemen masyarakat. Jadi ini akan menjadi pertandingan seru dalam menggalang dukungan,” ujar Adib.

Adib pun menyatakan, janji manis para kandidat kepala daerah untuk menggalang dukungan dari elemen masyarakat itu diyakini tidak akan mampu mendokrak popularitas untuk mendapatkan suara. Karena, pendidikan politik masyarakat Tangsel sangat tinggi. Artinya, warga akan melihat mana kandidat calon yang benar ingin bekerja atau hanya ingin memenangkan kontentasi Pilkada tersebut.

Seperti diketahui tiga paslon kepala daerah yang mengikuti kontestasi Pilkada Tangsel ini mulai disibukan dengan menggalang dukungan ke elemen masyarakat. Mulai dari paslon Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang diusung oleh koalisi parpol gemuk, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan oleh tiga parpol, Siti Nur Azizah-Ruhamaben dengan empat parpol.

Mereka perlahan-lahan masuk ke sejumlah elemen masyarakat. Mulai dari elemen tokoh muda, pemuka agama dan penggiat buadaya dalam mengumpulkan dukungan suara.

Sedangkan, Pengamat Politik, Hendri Satrio menegaskan, meningkatnya aksi menggalang dukungan dari paslon itu karena sosialisasi yang dikerjakan tim sukses tidak mengena di masyarakat. Sehingga pendekatan dengan tokoh lingkungan, agama serta elemen lain pun dikerjakan.

Dampak itu pun akan membuat mesin partai dibuat seperti tak mampu bekerja. “Kembali lagi, keyakinan untuk menang itu sangat tipis. Pasti paslon ini selalu mengevaluasi kegiatan sosialisasi yang dilakan mesin partai. Dan ini pun harus diperhatikan penyelenggara pilkada,” ucapnya.

Ditegaskan Hendri, yang harus diantisipasi oleh Bawaslu adalah adanya dugaan politik terlarang saat aksi penggalangan dukungan ke elemen masyarakat. Seperti money politik dan penyebaran isu lain. Artinya, segala cara pun dilakukan untuk menarik masyarakat agar memberikan hak pilihnya ke paslon tersebut.

“Kita harus realistis saja, tidak mungkin sekedar janji politik saja yang diumbar pasti ada iming-iming juga. Secara tidak langsung praktik ini akan dimainkan agar warga tertarik. Nah disini kesempatan Bawaslu hadir dengan menelisik aksi galangan dukungan paslon ini,” imbuhnya. (ndi)

Share :