FOKUS :

Selama PPKM Darurat, 1.722 Pelanggaran Terjadi di Kota Tangerang

Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Agus Prasetya. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui jajaran Satpol...

BACK_BANNER_DOG

Moeldoko Jadi Ketum Versi KLB Sumut, Demokrat Banten: Kami akan Lawan

Demokrat Banten

Demokrat Provinsi Banten merapatkan barisan untuk menjaga kesolidan dan kekompakan melawan kemenangan Moeldoko jadi Ketua Umum (Ketum) dalam versi KLB. (Foto: Ist)

 

 

Sugawa.id – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Banten merapatkan barisan untuk menjaga kesolidan dan kekompakan melawan kemenangan Moeldoko jadi ketua umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Ketua DPD Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya mengatakan, kader Demokrat Banten solid dan tidak tergoyahkan dengan adanya KLB. Pihaknya akan terus merapatkan barisan untuk kemenangan Demokrat yang dipimpin oleh Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Tidak, justru kami akan melawan. Kami tidak akan mengakui, karena kami tidak pernah memberikan kuasa suara, kehendak suara untuk ikut di KLB tersebut. Jadi kami masih konsisten, komitmen, fatsun kepada AHY sebagai ketum kami hasil Kongres V tahun 2020,” katanya saat ditemui di Sekretariat DPD Demokrat Banten, Jumat (5/3/2021).

Ia menegaskan, pelaksanaan KLB yang kontra dengan kepemimpinan AHY cacat secara hukum. Sebab, suaranya bukan dari kader Demokrat yang memiliki hak suara.

“Kalau secara legal hukum, dia tidak punya suara, SK-nya, harus dibatalkan. KLB ini harus dibatalkan karena pemilik suaranya bukan dari kader Demokrat yang memiliki hak suara,” tegasnya.

Untuk melawannya, bupati Lebak itu akan membentuk tim advokasi terkait dengan pencatutan penggunaan kuasa hak suara pada pemilihan KLB. Mengingat, ada mantan ketua DPC Demokrat Kabupaten Pandeglang Roni, yang turut serta mengikuti KLB.

Padahal pada pemilihan legislatif tahun 2019, Roni mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dari PKB. Artinya, secara otomatis Roni bukan lagi kader dan anggota Demokrat.

“Di antaranya yang saya sebutkan. Bahwa ada bang Roni yang dulu ketua DPC Pandeglang yang 2019 ikut Pileg di PKB. Artinya jika dia sudah nyaleg di partai lain, otomatis dia bukan anggota Partai Demokrat dan bukan kader Demokrat,” jelasnya.

Terkahir, ia berpesan kepada seluruh kader Demokrat agar tetap solid dan fatsun pada instruksi kepemimpinan AHY.

“Pesannya kita tetap solid, tetap konsen bekerja untuk rakyat. Sambil kita mempersiapkan tim advokasi terkait dengan gugatan hal yang kita tidak inginkan terjadi. Jaga kekompakan, rapatkan barisan untuk kemenangan Partai Demokrat yang ada di Banten,” ujarnya. (Son)

 


Share :