FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Menteri ATR/BPN Apresiasi Program BPN Banten Manyapa

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil didampingi Kapolda Banten Irjen Agung Sabar Santoso, Ketua DPRD Banten Andra Soni dan Kakanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng membagikan ribuan sertifikat tanah kepada warga Banten di Plasa Aspirasi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (16/1/2020). Foto Dok : Ber/Sugawa.id.

Sugawa.id– Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil optimistis target yang dicanangkan oleh Kanwil BPN Banten bahwa seluruh bidang tanah di Provinsi Banten yang tersisa sebanyak 1,2 juta bidang bisa terpetakan dan bersertifikat pada tahun 2023. Kondisi ini lebih cepat dua tahun dari target nasional yakni 2025 melalui program ‘Banten Menyapa’ yang digagas oleh Kepala Kanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng.

“Saya optimistis 2023 semua bidang tanah di Banten sudah bersertifikat,” ujar Sofyan Djalil usai membagikan ribuan sertifikat tanah kepada warga Banten di Plaza Aspirasi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (16/1/2020).

Dikatakan, penyerahan sertifikat tersebut sebenarnya lebih kepada rangkaian kegiatan Kepala Kanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng untuk memperkenalkan kembali BPN yang sudah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya kepada masyarakat Banten melalui program BPN Menyapa.

Sofyan menambahkan, BPN Banten punya terget tahun 2023 seluruh tanah di Banten terdaftar dan bersertifikat, sehingga perlu adanya percepatan untuk meminimalisir terjadinya sengketa tanah dengan program Banten Menyapa. ”Program Banten Menyapa ini sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat pentingnya sertifikat. Dengan adanya sertifikat nantinya masyarakat dapat mengakses perbankan dengan cara dianggunkan,” ujarnya.

Sofyan mengatakan, program sertifikat merupakan salah satu program Nawacita Presiden Jokowi dalam meminimalalisir konflik agraria yang berada di seluruh Indonesia. “Program sertifikasi tanah merupakan perintah presiden. Tahun 2023 seluruh tanah di Banten akan terdaftar dan bersertifikat, sementara untuk nasional kami mempunyai target 2025,” ungkapnya.

Menteri ATR/BPN mengatakan jika tanah sudah mempunyai sertifikat yang resmi maka harga tanah bisa lebih mahal dari harga sebelumnya. Untuk itu, tanah tersebut harus dirawat dengan baik agar terhindar dari ulah mafia tanah yang nantinya akan mengklaim tanah tersebut.

Sementara Kepala Kanwil BPN Kanwil Banten Andi Tenri Abeng mengatakan, tahun ini pihaknya mendapatkan alokasi PTSL sebanyak 358 bidang tanah dan di awal tahun 2020 ini pihaknya menyerahan 2.900 sertifikat tanah kepada masyarakat. “Kita menyapa masyarakat supaya sukses PTSL tahun 2020-2023,” ujar pejabat yang akrab disapa Abeng ini.

Ketika disinggung terkait sertifikat tanah masyarakat yang rusak dan hilang saat bencana banjir bandang dan tanah longsor, Tenri Abeng menjelaskan, sertifikat yang rusak dan hilang akibat bencana bisa diganti langsung oleh sertifikat baru dengan cara meminta pergantian langsung ke kantor pertanahan dengan biaya Rp 50 ribu.

“Bawa saja sertifikat yang rusak ke Kantah terdekat untuk penggantian. Namun kalau hilang harus menempuh prosedur sertifikat hilang, dengan membawa surat keterangan kehilangan dari aparat pemerintahan setempat, bahwa benar hilang akibat bencana banjir dan harus disumpah. Tidak ada yang dipersulit,” tegasnya. (ber)

Share :