FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Mahasiswa Sebut Pemprov Banten Tak Peduli Pada Pendidikan Swasta

WhatsApp Image 2020-08-12 at 19.06.23

Sejumlah mahasiswa menuntut Pemprov Banten memperhatikan Perguruan Tinggi Swasta (Sugawa.id)

 

Sugawa.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kampus Swasta Provinsi (Akamsi) Banten menggelar aksi demontrasi di gerbang pintu masuk gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (12/8/2020).

Dalam aksinya mereka mengkritisi kebijakan Pemprov Banten yang dinilai tidak memberikankeadilan terhadap keberadaan perguruan tinggi swasta (PTS) yang tersebar di seluruh wilayah Banten.

“Kami menuntut kebijakan pendidikan di masa pandemi, sama-sama kita ketahui belum ada bantuan yang bijak untuk pendidikan,” ujar Reza Setiawan salah satu peserta aksi.

Menurut Reza, PTS memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui instrumen pendidikan kepada regenerasi bangsa, namun nyatanya, Pemprov tidak peduli terhadap Kampus swasta, “Padahal kan Gubernur dari keluarga guru, tapi mengapa tidak memperhatikan kita?,” tanya Reza.

“Pemprov tidak peduli terhadap pendidikan kita, Pemprov hari ini tidak mementingkan kita. Bagaimana dengan guru honorer? mau sampai kapan pendidikan terasingkan?” katanya.

Selain itu, pembelajaran di masa pandemi harusnya mendapat keadilan yang sama tak terkecuali di pelosok desa yang sulit mengakses internet karena terbentur dengan kondisi ekonomi, namun Gubernur hanya perduli kepada proses pembelajar di wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kebijakan gubernur agar menunjukkan keberpihaknya kepada Swasta, meski kebijakan PTS merupakan kewenangan pusat tapi daerah pun harus andil dalam menunjang kebutuhan mahasiswa selama pembelajaran daring.

Kata Reza, dampak covid-19 sekitar 20 sampai 30 persen mahasiswa PTS se-Banten cuti dan tidak sedikit juga yang putus kuliah karena tidak sanggup membayar biaya pendidikan.

“Kami minta ada Potongan SPP, termasuk tambahan gaji untuk guru. Mahasiswa harus dapat bantuan tambahan dana covid- 19, kalau dikalkulasi itu sekitar 20 sampai 30 persen mahasiswa cuti dan putus kuliah,” tandasnya. (Bul)

Share :