FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

Legiun Veteran Dukung Bank Banten Tingkatkan Perekonomian Daerah

Untitled-2

Peluncuran Budaya Perusahaan pada Rabu (19/5) di Gedung Juang ’45 yang berlokasi di Jl. Bank Banten, Kabupaten Pandeglang. (Foto: Ist)

 

 

 

Sugawa.id –  PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten/BEKS) mencanangkan budaya kerja baru yaitu TRUST yang merupakan singkatan dari Think Different, Reliable, Universe, Sustainable, dan Track. Perubahan Budaya Perusahaan ini diharapkan dapat menjadi panduan berpikir dan bertindak bagi seluruh insan Bank Banten atau yang disebut juga sebagai Banteners. 

Peluncuran Budaya Perusahaan ini digelar secara simbolis pada Rabu (19/5) di Gedung Juang ’45 yang berlokasi di Jl. Bank Banten, Kabupaten Pandeglang. Pemilihan lokasi momen seremonial yang juga dihadiri Komisaris Utama Bank Banten Hasanuddin, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, Sekretaris Umum Perkumpulan Urang Banten (PUB) Laksma TNI AL (Purn) Dr. Ir. Eden Gunawan, MM, IPM, AER dan para pejuang Veteran ini, merupakan simbol dari sejarah yang dimiliki oleh Bank Banten.

Pada tahun 1957 para pejuang veteran mendirikan Bank Banten di lokasi yang sekarang merupakan Gedung Juang ’45 yang berlokasi di Jl. Bank Banten, Kabupaten Pandeglang. Bank Banten yang didirikan 1957 di Lokasi ini adalah manifestasi dari semangat patriotisme para pejuang.

Hal tersebut dibenarkan oleh H. Karni, salah seorang Legiun Veteran Republik Indonesia Kab. Pandeglang. “Menurut informasi yang saya terima dari para senior veteran saya, memang betul pada 1950an itu ada pendirian Bank Banten. Yang gedungnya diresmikan Tahun 1957 di Lokasi ini,” katanya.

H. Karni menambahkan harapannya agar Bank Banten bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Banten. 

“Saya yakin, para senior Saya sangat mengharapkan keberadaan Bank yang dimiliki oleh Provinsi Banten, seperti provinsi lainnya. Semoga Bank Banten dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Wilayah Banten dan menjalankan peran sebagai Bank Daerah,” cetusnya.

Sejarawan sekaligus penulis buku Dadan Sujana membenarkan sejarah tentang Bank Banten tersebut. “Banten punya OERIDAB di tahun 1950an dan mendirikan Bank Banten di era tersebut. Saat itu Provinsi Banten ini bahkan belum terbentuk. Tapi sudah ada semangat kemandirian dengan uang dan pengelolaan perbankan sendiri. Manifestasi dan semangat kemandirian yang diwakili para pejuang veteran ini, bersama-sama mendirikan Bank Banten tentu semangatnya adalah membangun perekonomian dan kesejahteraan,” tutur Dadan.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin menuturkan bahwa peluncuran Budaya Perusahaan yang digelar di Gedung Juang ’45 yang berlokasi di Jl. Bank Banten, Kabupaten Pandeglang, merupakan simbol dari sejarah yang dimiliki oleh Bank Banten. 

“Meskipun Bank Banten yang saat ini baru didirikan pada tahun 2016, namun kami telah memiliki sejarah panjang dan menjadi simbol kemandirian Provinsi Banten,” kata Agus.

“Bank Banten terus melakukan penguatan dan penyempurnaan untuk menjadi ‘Bank Jawara’ yang Jago dan Juara, bukan hanya dalam bentuk produk dan layanan namun juga penguatan sumber daya manusia untuk meraih kinerja yang optimal. Melalui perubahan budaya perusahaan ini, saya berharap kita bersama-sama bisa menjadikan Bank Banten sebagai ‘Bank Jawara’ yang menjadi pendorong laju perekonomian di Provinsi Banten,” pungkas Agus.

Pada kesempatan terpisah Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, menyampaikan harapan agar Bank Banten dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. 

“Kami berharap Bank Banten dapat mengembangkan program branchless banking atau bank tanpa kantor melalui kerjasama dengan agen non-bank dengan mengadopsi aplikasi teknologi finansial di sejumlah kecamatan di wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Branchless banking memungkinkan tersedianya layanan yang murah, mudah, cepat dan aman karena adanya kerjasama bank dengan agen layanan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,” tambah Andika Hazrumy.

Melalui Transformasi Budaya, diharapkan dapat menumbuhkan lingkungan dan pola kerja yang inovatif serta meningkatkan efisiensi dengan tetap mengedepankan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini tentunya akan mendorong performa perseroan sekaligus meningkatkan kepercayaan dan meraih kejayaan selaras dengan Tagline perusahaan ‘Rebuild the Trust, Reach the Glory’. (wib)


Share :