FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Kurir dan Bandar Sabu Dihukum 8 Tahun Penjara

WhatsApp Image 2020-04-17 at 09.07.40

Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat. (dok/sugawa.id)

 

Sugawa.id – Perkara kurir dan bandar narkotika jenis sabu di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, dihukum sama berupa pidana penjara selama delapan tahun. Padahal barang bukti yang berhasil disita dari kurir tersebut hanya satu buah timbangan digital. Sedangkan barang bukti yang disita dari bandar sebanyak 16 paket sabu dengan berat brutto seluruhnya 18,89 gram. 

Bambang Sulistiyono alias Tolet dimejahijaukan jaksa penuntut umum (JPU) Lutfi Noor Rosida sebagai terdakwa dengan barang bukti berupa tas kecil warna biru, kotak kaleng permen impact mints warna hitam di dalamnya terdapat 11 plastik bening berisi sabu dengan berat brutto seluruhnya 5,89 gram, satu buah timbangan digital warna hitam dan tiga pak plastik klip kosong.

Di persidangan, JPU turut menghadirkan Budhi Gunawan (berkas terpisah) dalam persidangan sebagai terdakwa dengan barang bukti berupa satu buah timbangan digital warna hitam.

Dalam dakwaannya, JPU menerangkan Budhi ditangkap di kamar kost terdakwa Bambang Sulistiyono yang berada di Kampung Palsi Gunung Gang H. Sanan RT004/003 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, pada Kamis, 5 Maret 2020. 

Pada waktu itu Budhi hendak mengambil timbangan digital warna hitam miliknya yang dipinjam terdakwa Tolet. Dan Budhi pula yang mengantar sabu sebanyak 40 gram yang dipesan Tolet dari saudara Ucok (belum tertungkap) dengan cara mentransfer sebesar Rp 20 juta. 

Masih dalam dakwaan JPU, narkotika jenis sabu itu dijual Tolet seharga satu juta rupiah per gram. Tolet pun mengaku dari hasil penjualan barang haram tersebut mendapat keuntungan sebesar Rp 50 ribu tiap gramnya. 

Atas hal itu, JPU menuntut keduanya secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotika atau prekusor narkotika tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukae atau menyerahkan narkotika golongan I dengan berat melebihi lima gram. 

Budhi Gunawan dituntut JPU selama tujuh tahun dan enam bulan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan. Menjatuhkan pidana denda sebesar satu miliar rupiah dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti pidana penjara selama tiga bulan. 

Sementara Bambang Sulistiyono dituntut sama seperti Budhi Gunawan. Keduanya menurut JPU secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kesatu JPU, Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Humas PN Depok Ahmad Fadil menegaskan bahwa terdakwa Budhi Gunawan divonis majelis hakim selama delapan tahun penjara. Begitu pun dengan terdakwa Bambang Sulistiyono yang turut divonis majelis hakim yang memimpin persidangan selama delapan tahun penjara. 

“Untuk perkara Budhi, Majelis Hakimnya dipimpin oleh Andi Musyafir sedangkan Tolet dipimpin oleh Pak Rizky. Keduanya masing-masing divonis selama delapan tahun penjara sebagaimana dakwaan kesatu Penuntut Umum,” kata Fadil, Jumat (11/9/2020). (ter)

Share :