FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Kurir 38 Kilogram Sabu Jaringan Internasional Dituntut Mati

WhatsApp Image 2020-04-30 at 22.18.28

Sidang online kurir sabu 38 kilogram di PN Depok. (foto: janter/sugawa.id)

 

Sugawa.id – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok kembali menuntut mati seorang anggota jaringan narkotika internasional yang bertugas membawa sabu seberat 38 kilogram dari Batam, Kepulauan Riau di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (30/4/2020). 

Sedangkan dua anggota lainnya dituntut selama 18 dan 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar apabila tak dibayar maka diganti dengan pidana penjara 6 bulan. 

Terdakwa yang dituntut mati ialah Muhammad Mahmuji, warga Dusun Darul Aman, Desa Tanjong Meunyee, Kecamatan Tanah Jombo, Kabupaten Aceh Utara. 

Untuk terdakwa yang dituntut 18 tahun penjara ialah Muslim Safari alias Balang, warga Jalan Bahagia 1 RT08/01 Kelurahan/Kecamatan Grogol, Petamburan Jakarta Barat. 

Sedangkan terdakwa yang dituntut 20 tahun penjara ialah Yudi Aprianto, warga Jalan H. Bona Nomor: 16 RT 005 RW 08 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok. 

Sidang tuntutan itu digelar secara virtual yang dipancarkan langsung dari PN Depok. Satu persatu terdakwa dihadirkan di kursi pesakitan untuk mendengar tuntutan dari jaksa.

Menurut JPU,  perbuatan ketiga terdakwa dinilainya telah melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terlibat dalam kasus narkotika jenis sabu seberat 38 kilogram.

“Seorang terdakwa dituntut hukuman mati, satu orang dituntut 18 tahun dan satu lagi 20 tahun,” kata JPU Putri Dwi Astrini dan JPU Iwan Sofyan dalam sidang tuntutan. 

Dalam pertimbangannya, menurut kedua JPU, ketiga terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan narkotika. 

“Bukan hanya itu  perbuatan mereka sangat merugikan masyarakat, bangsa dan negara. Termasuk, menimbulkan korban terutama terhadap generasi bangsa,” terang dua JPU.

Sidang virtual tuntutan tersebut dipimpin majelis hakim Nugraha Medica Prakasa dengan didampingi hakim anggota Forci Nilpa Darma dan Muhammad Iqbal Hutabarat. 

Sebelumnya, pada Kamis (16/4/2020) lalu, JPU Iwan Sofyan menuntut mati dua anggota Polri Hartono dan Faisal yang diketahui satu jaringan dengan Muhammad Mahmuji, Muslim Safari dan Yudi Aprianto. 

JPU menuntut Hartono dan Faisal hukumum mati karena perbuatan kedua anggota Polri tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. 

Perlu diketahui, JPU Kejaksaan Negeri Kota Depok menerima berkas dua anggota Polri dan tiga sipil dari Polda Merto Jaya (PMJ) terkait tindak pidana narkotika. Dengan demikian dalam dua pekan terakhir Kejaksaan Negeri Depok telah menuntut mati 3 dari 5 jaringan narkotika internasional. (ter)

Share :