FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Ketua PKB Depok Didakwa Pasal Pencemaran Nama Baik

WhatsApp Image 2020-07-08 at 13.24.31

PN Depok. (foto: janter/Sugawa.id)

Sugawa.id – Sidang pidana atas nama Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok Selamet Riyadi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020) kemarin. Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok Rozi Juliantono, Ketua DPC PKB Kota Depok Selamet Riyadi dijerat dengan dakwaan alternatif yakni pertama, Pasal 311 KUHP atau kedua, Pasal 310 Ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

JPU menyatakan, kasus ini berawal saat saksi korban Babai Suhaemi (politikus PKB) membaca Surat Kabar Harian yang isi pemberitaannya menyatakan Ketua DPC PKB Kota Depok Selamet Riyadi mengaku memiliki alasan kuat memecat Babai Suhaemi dari Partai PKB karena ada surat dari RSUD Kota Depok bahwa saksi korban positif narkoba. Hal itu dikatakan terdakwa kepada Surat Kabar Harian pada 07 Agustus 2019 lalu.

Selanjutnya, terdakwa menegaskan, Babai menggunakan obat-obatan berdasarkan data yang terdakwa miliki dari RSUD. “Kalau jenisnya RSUD lebih paham, itu bukan kewenangan saya”, kata terdakwa di pemberitaan tersebut.

Atas pemberitaan itu, saksi korban merasa kaget dan terkejut. Sebab, hasil tes urine saksi korban di RSUD Kota Depok pada 20 Juli 2018 dinyatakan bebas narkoba berdasarkan Surat Keterangan Bebas Narkoba Nomor : 4452/26291/VII/2018, tanggal 20 Juli 2018 yang dikeluarkan RSUD Kota Depok.

Kemudian terdakwa mengeluarkan surat Nomor : 160/DPC-03/VI/B.1/VI/2019 perihal permohonan pencabutan keanggotaan PKB bahwa saksi korban telah melanggar AD/ART Partai PKB dan Peraturan Perundangan-Undangan yang ada hasil Lab dari RSUD Kota Depok dengan hasil yang bersangkutan adalah positif mengkonsumsi narkoba jenis Benzodiazepin.

Dampak dari pernyataan terdakwa kepada Surat Kabar Harian tersebut, nama baik saksi korban di tengah-tengah masyarakat sangat dirugikan. Selain itu, anak dan isteri saksi korban turut menderita akibat berita yang berkembang di tengah-tengah masyarakat tersebut.

Sementara Humas Pengadilan Negeri Depok Ahmad Fadil saat dimintai keterangannya menerangkan, adalah benar bahwa sidang perdana terdakwa sudah digelar secara online yang dipimpin majelis hakim Divo Ardianto dengan anggota Nanang Herjunanto dan Darmo Wibowo Mohammad.

“Iya, sidang perdana terdakwa Selamet Riyadi sudah digelar dan terbuka untuk umum dengan agenda sidang pembacaan dakwaan dari penuntut umum. Kemudian dilanjutkan dengan pembuktian, pemeriksaan saksi. Untuk itu, sidang ditunda selama satu minggu. Adapun Nomor Perkara terdakwa yakni, Nomor 350/Pid.B/2020/PN Depok,” ujarnya, Rabu (8/7/2020). (ter)

Share :