FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Ketua DPC PKB Kota Depok Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

Ketua DPC PKB Depok ok

Ketua DPC PKB Kota Depok Selamet Riyadi mendengar pembacaan vonis. (sugawa.id)

Sugawa.id – Setelah dituntut delapan bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, majelis hakim yang dipimpin Divo Ardianto dengan anggota Nanang Herjunanto dan Darmo Wibowo Mohammad menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok atas nama Selamet Riyadi selama enam bulan penjara dengan masa percobaan selama sembilan bulan, Selasa (15/9/2020). 

“Majelis hakim sependapat dengan JPU. Mengadili, menyatakan terdakwa Selamet Riyadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan alternatif pertama JPU,” kata Divo. 

Divo menyatakan terdakwa Selamet disebut melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dan apa yang dituduhkan itu tidak benar, tidak membuktikannya dan tuduhan yang dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan pidana fitnah.

“Perbuatan terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 311 Ayat (1) KUHP. Menjatuhkan putusan terhadap terdakwa oleh karena itu berupa pidana penjara selama enam bulan dengan masa percobaan selama sembilan bulan,” tuturnya.

Usai amar dibacakan, Divo menanyakan kepada terdakwa Selamet, “Apakah terdakwa menerima putusan ini atau menolak dengan menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi atau pikir-pikir selama tujuh hari?” Pertanyaan itu pun tanpa ragu dijawab Selamet, “Saya menerima Yang Mulia.”

Selanjutnya, Divo menanyakan kepada JPU Rozi Juliantono dan Rinaldy Ardiansyah, “Apakah menerima putusan, banding atau pikir-pikir?” Pertanyaan itu dijawab Rozi, “Kami pikir-pikir Yang Mulia”.

Sementara saat dikonfirmasi awak media seusai sidang, Rozi Juliantono mengatakan alasan mengapa menjawab pikir-pikir di ruang sidang disebabkan dirinya harus melaporkan putusan tersebut ke pimpinannya terlebih dahulu.

“Putusan ini akan kami laporkan dulu ke Pimpinan. Nanti biar Pimpinan kami yang akan menentukan langkah selanjutnya,” katanya. 

Untuk diketahui, Selamet Riyadi dijerat JPU dengan dakwaan alternatif, yakni alternatif pertama, melanggar Pasal 311 KUHP atau kedua, melanggar Pasal 310 KUHP. (ter)

Share :