FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

Kejati Naikkan Status Korupsi Pengadaan Masker di Dinkes Banten

Untitled-1

Ati Pramudji Hastuti,kepala dinas Kesehatan Banten. (Foto: Ist)

 

 

 

Sugawa.id – Kejati Banten tengah menaikkan status  kasus dugaan korupsi pengadaan masker senilai Rp 3,3 miliar di Dinas Kesehatan Provini Banten dari penyelidikan ke penyidikan. Itu artinya bukti-bukti awal adanya penyimpangan di pengadaan itu telah memiliki alat bukti yang cukup.

Mengutip halaman akun resmi Kejati Banten, tim Intelijen Kejati Banten telah melimpahkan hasil penyelidikan pengadaan masker tahun anggaran 2020 ke bidang tindak pidana khusus (Pidsus) untuk dilanjutkan ke tingkat Penyidikan.

”Artinya, kejaksaan sudah memiliki dua alat bukti untuk menetapkan nama-nama tersangka,” ungkap sumber Kejati Banten yang enggan ditulis namanya.

Adanya peningkatan status dari Penyelidikan ke Penyidikan diakui oleh Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Banten, Ivan Hebron Siahaan.

”Benar kami tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan 15 ribu masker KN 9501V di Dinkes Banten yang diduga dimark up,” ujar Ivan, Senin (24/5/2021).

Sampai berita ini diturunkan Kepala Dinas Kesehatan Banten, dr Ati Pramudji Hastuti belum berhasil dihubungi. Saat dihubungi melalui sambungan telepon meski dengan nada sambung aktif orang nomor satu di Dinkes Banten ini  tak merespon.

Saat dikonfirmasi melalui pesan whastapp pribadinya, meski pesan yang dikirimkan sudah dibaca dengan tanda dua tanda cetang, namun pesan yang dikirimkan tidak dibalas. Padahal biasanya yang bersangkutan selalu menjawab pertanyaan wartawan.(yas)

Share :