FOKUS :

Selama PPKM Darurat, 1.722 Pelanggaran Terjadi di Kota Tangerang

Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Agus Prasetya. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui jajaran Satpol...

BACK_BANNER_DOG

Kejari Selidiki Dugaan Penyimpangan DAK 2019 dalam Pembangunan SDN Grogol 2 Depok

Kajari Depok ok

Sugawa.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mengungkapkan pihaknya sedang menyelidiki dugaan tidak sesuainya pembangunan sekolah yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok pada dana alokasi khusus (DAK) tahun 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Sri Kuncoro mengutarakan, bahwa seksi pidana khusus (Pidsus) tengah melakukan penyelidikan mengenai penggunaan anggaran pembangunan gedung sekolah yang bersumber dari DAK tahun 2019.

“Nanti bilamana nilai kerugian negara yang timbul tidak begitu besar, namun efek dari pembangunan sekolah yang tidak sesuai dapat menimbulkan dampak yang luar biasa. Saat ini, siswa-siswi masih belajar online karena pandemi Covid-19. Akan tetapi, bilamana nanti pandemi berlalu, maka akan masuk dan aktif kembali belajar di sekolah. Hal ini nantinya dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang luar biasa apabila gedung roboh,” kata Sri Kuncoro dalam acara konferensi pers terkait pencapaian kinerja selama 2020.

Kepala Seksi Pidsus Kejari Depok Harry Palar selaku penyidik menuturkan hal yang sama. Harry mengatakan, bahwa para pihak sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap para pihak yang terkait kegiatan tersebut.  “Pemeriksaan terhadap SDN Grogol 2 Depok yang menggunakan DAK tahun 2019. Tahap penyidikan sudah ditemukan bukti permulaan untuk pembangunan ruang kelas baru sebanyak 16 unit. Saat ini sedang menunggu audit kerugian negara. Laporan ini berdasarkan aduan masyarakat,” sebut Harry.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto yang juga sebagai Humas Kejari Depok menuturkan, Kejari Depok telah mengeluarkan sprindik umum mengenai hal tersebut. Akan tetapi, pihaknya belum dapat menginformasikan secara rinci mengenai kerugian negara beserta para tersangkanya. Sebab, saat ini masih tahap penyelidikan sehingga belum dapat dipublikasikan kepada khalayak.

“Saat ini masih sprindik umum. Soal siapa aja tersangkanya, masih tahap penyelidikan sehingga belum dapat dipublikasikan. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut. Untuk mengetahui, peran masing-masing tersangka itu seperti apa. Dan juga untuk mengenai siapa yang mengatur dalam pelaksanaan pekerjaan itu,” imbuhnya. (ter)

Share :