perkosa
FOKUS :

Berzina, ASN Lemhanas Divonis Dua Bulan Penjara

Ilustrasi zina. (foto: net)   Sugawa.id – Majelis hakim yang dipimpin Yuanne Marrietta dengan anggota Darmo Wibowo Mohammad dan M...

BACK_BANNER_DOG

Kasus Pembunuhan Anggota TNI Disidangkan

depok

Sidang kasus pembunuhan anggota TNI Sertu Yorhan Lopo digelar di PN Depok. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Sidang dakwaan kasus pembunuhan anggota TNI Sertu Yorhan Lopo digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Selasa (7/12/2021).

Majelis hakim yang diketuai M Iqbal Hutabarat dengan anggota Yuanne Marrietta dan Andi Musafir mempersilakan jaksa penuntut umum (JPU) Alfa Dera untuk membacakan dakwaannya.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, bermula saat terdakwa Ivan Victor Dethan alias Ivan diajak untuk mendampingi saksi Roy Marthen Leonard Mbau Doek alias Rodock dan istrinya, Rendy Pondesta Yasin alias Kakak Nona untuk mengklarifikasi dan mendamaikan secara kekeluargaan perselisihan sesama perantau dari Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jalan Patumbak, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Ketika sampai di lokasi untuk mendamaikan perselisihan, terdakwa melihat terjadi percekcokan antara Marnus Surya Adiesta dengan Adam Y Sesfao. Terpancing emosi, terdakwa langsung melukai Adam Y Sesfao menggunakan pisau.

Melihat Sertu Yorhan Lopo bergerak maju mendekati arah terdakwa, masih kata JPU, pisau yang disiapkan langsung ditusukan secara keras ke arah dada korban. Kemudian korban mengamankan diri dengan lari ke arah belakang menuju semak semak.

Pada pukul 05.30 Wib korban Sertu Yorhan Lopo ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan berdasarkan keterangan hasil visum et repertum mayat nomor R/207/sk.b/IX/2021/IKF atas nama Yorhan Lopo yang dikeluarkan instalasi kedokteran forensik rumah sakit Bhayangkara Tak I R Said Sukanto yang ditanda tangani dr Arif Wahyono dan dr Farah Primadani Kaurow. Dimana disimpulkan adanya luka terbuka pada dada sisi kiri yang memotong jantung akibat kekerasan tajam selain itu tampak organ organ dalam tubuh yang pucat sebab mati orang ini akibat kekerasan tajam pada dada yang memotong jantung sehingga mengakibatkan pendarahan.

“Atas perbuatan itu, terdakwa Ivan Victor Dethan dijerat dengan dakwaan alternatif subsidairitas, Primair Pasal 338 KUHP, Subsidair Pasal 351 Ayat 3 KUHP dan Kedua Pasal 351 Ayat 1 KUHP,” ujar Dera di Ruang III PN Depok.

Usai dakwaan dibacakan, majelis hakim kemudian menanyakan kepada JPU perihal saksi apakah sudah hadir? “Maaf majelis kami baru dapat penetapannya. Oleh sebab itu, kami belum dapat menghadirkan saksi,” ucap Dera.

Iqbal kemudian menuturkan, ini sudah menjadi komitmen antara Pengadilan dan Kejaksaan setiap sidang dakwaan lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

“Mohon maaf majelis untuk kali ini saja untuk diperkenankan. Minggu depan saksi akan kami hadirkan,” imbuhnya.

Majelis hakim pun kemudian memutuskan untuk menunda sidang tersebut dan akan dilanjutkan pada Senin, 13 Desember dengan agenda keterangan saksi. (ter)

Share :