FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Kasat Lantas Depok Bantah Wartawan Jadi Calo SIM

Kasat Lantas Polrestro Depok Komisaris Erwin Aras Genda (Detik)

Sugawa.id – Beredarnya informasi jurnalis menjadi calo pembuatan SIM di Satpas 1221 Pasar Segar dibantah oleh Satlantas Polrestro Depok. Kepolisian menyebut data puluhan wartawan itu dilakukan untuk melakukan beragam kegiatan olahraga di tengah pandemi Covid-19. Apalagi selama ini awak media yang bertugas di kota tersebut kerap membantu kepolisian mengawasi praktik percaloan.

Kasat Lantas Polrestro Depok Komisaris Erwin Aras Genda mengatakan, di datanya puluhan jurnalis yang ada di Depok oleh jajarannya dilakukan untuk mengajak mereka berolahraga. Sebab, di tengah pandemi Covid-19, kebugaran tubuh harus terjaga. Mengingat tugas para jurnalis tersebut kerap berada di lapangan untuk melakukan tugas jurnalistik.

“Makanya kami data nama dan media mereka, terus kami buatkan jadwal untuk berolahraga bersama. Jadi bukan data mereka itu untuk jadi calo SIM, ini yang salah dimengerti sama rekan yang lain. Kami sudah buatkan jadwal kegiatan itu, ada yang main voli, futsal dan yang lain,” kata Erwib, Rabu (30/9/2020).

Erwin mengaku, tidak mengetahui jika data awak media tersebut diisukan menjadi calo pembuatan SIM. Padahal, kerja sama dan komitmen jajarannya bersama puluhan jurnalis di Depok adalah untuk memberantas aksi terlarang tersebut. Artinya, dengan kritik dan saran yang diberikan awak media itu membuat pengawasan terhadap percaloan semakin ketat.

“Makanya saya juga bingung kenapa jadi seperti itu. Silakan saja dikroscek sendiri. Justru kami merasa terbantu diawasi sama jurnalis, jadi lebih cepat memberantas calo,” paparnya.

Erwin pun mengungkapkan, adanya isu jurnalis sebagai calo SIM di Satpas 1221 Pasar Segar itu karena adanya miss komunikasi dengan beberapa awak media. Di mana, isu terebut dimainkan untuk merusak hubungan baik jajarannya dengan jurnalis yang selama ini ikut membantu mengawasi keberadaan calo di pelayanan SIM Satpas 1221 Pasar Segar. Karena itu pihak-pihak terkait yang belum memahami informasi tersebut diminta melakukan klarifikasi.

“Ya mungkin ada juga rekan-rekan yang belum kenal makanya isu ini dimainkan. Kami justru membuka ruang kepada semua awak media untuk melakukan kontrol terhadap pelayanan. Yang kami inginkan sekarang ini adalah mengajak jurnalis untuk menyehatkan tubuh karena tidak tahu virus corona datang,” jelasnya.

Sebelumnya beredar pemberitaan data puluhan awak media diduga menjadi calo di Satpas 1221 Pasar Segar. Tudingan itu terjadi karena adanya beberapa pihak yang tidak masuk dalam daftar kegiatan berolahraga yang dicetuskan Satlantas Polrestro Depok. (Ndi)

Share :