FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Depok

plkd2020

Logo Pilkada Serentak (Ilustrasi)

Sugawa.id – Bawaslu Kota Depok menyebut dua pasangan calon (Paslon) kepala daerah yang mengikuti Pilkada serentak belum memilih melakukan kampanye secara daring karena kedua paslon tak yakini popularitas dan elektabilitas mereka menanjak jika menggunakan kampanye digital. Sehingga keduanya masih memilih kampanye konvensional.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Depok Dede Selamet Permana mengatakan, tidak diminatinya kampanye daring oleh paslon di Pilkada Depok ini diketahui pihaknya setelah mengamati dan mengevaluasi kegiatan kampanye paslon tersebut selama dua pekan. Sebab mayoritas kampanye dilakukan secara tatap muka langsung ke masyarakat. Kendati jumlah massa kampanye dibatasi, hal tersebut tak membuat kampanye secara daring menjadi pilihan.

“Kampanye daring tidak diminati paslon. Metode pertemuan tatap muka dan dialog sangat mendominasi kampanye mereka. Tentu harusnya ada kampanye daring untuk menghindari kluster COVID,” katanya.

Dari hasil pengawasan Bawaslu Depok, lanjut Dede, dari 194 kampanye yang terselenggara selama dua pekan, hanya satu kali kampanye daring diselenggarakan paslon tersebut. Sedangkan sisanya sebanyak 82 persen kampanye tatap muka dan dialog. Dan 17 persen kampanye pertemuan terbatas.

“Semua dilakukan di 11 kecamatan yang ada di sini. Seluruhnya memang pelaksanaan kampanyenya tatap muka dan dialog langsung. Mereka lebih percaya dengan metode kampanye konvensional,” paparnya.

Diakui Dede, ada banyak alasan paslon tidak meminati kampanye daring. Seperti tidak adanya sarana pendukung yang dimiliki massa dan disediakan paslon. Dan yang lebih menonjol lagi tidak adanya upaya serius dari paslon untuk melakukan kampanye moderen itu.

“Untuk bisa mengikuti kampanye daring kan butuh kuota, sarana prasarananya juga harus ada dan tidak semuanya punya itu. Ya memang belum ada upaya serius dari paslon pakai kampanye secara daring. Mungkin kalau serius ini bisa terlaksana,” ucapnya.

Dede berharap, dua paslon kepala daerah di Pilkada Depok dapat menerapkan kampanye daring. Mengingat dikhawatirkan adanya kluster baru Covid-19 bermunculan. Pihaknya pun akan terus melakukan pengawasan terhadap kampanye konvensional yang dikerjakan dua paslon tersebut.

Calon Wali Kota nomor urut dua Idris Abdul Shomad mengaku pemilihan kampanye dengan metode konvensional ini lantaran untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat. Apalagi hal itu untuk menunjukan visi dan misi yang diemban. Artinya, pesan yang ingin disampaikan pihaknya lebih cepat mengena ke pemilih.

“Kalau daring tidak dapat menjangkau pemilih yang sudah berusia. Kan tidak semua tahu mengenai kampanye daring. Biar masyarakat lebih kenal kami lagi dan tahu apa yang diinginkan masyarakat,” imbuhnya.(ndi)

Share :