FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Jumlah Golput di Pilkada Tangsel Capai 55 Persen

Print

Ilustrasi Pilkada. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Beberapa lembaga survei menyebut angka golput dalam Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) masih sangat tinggi. Hal itu disebabkan masyarakat enggan memberikan hak suaranya karena penyelenggaraan pesta politik itu dilaksanakan ditengah pendemi COVID-19. Akibatnya Komisi Pemilihan Umum harus bekerja keras untuk mengajak warga ikut memberikan suara mereka ke kontestan calon kepala daerah yang akan maju tersebut.

Salah satunya datang dari Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN). Mereka merilis hasil survei terhadap perilaku pemilih pada Pilkada Tangsel 2020. Dimana hasil yang diperoleh jumlah golput itu mencapai 55 persen.

Direktur eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, survei terhadap partisipasi masyarakat dalam Pilkada itu dilakukan pihaknya kepada wargaTangsel yang memiliki hak pilih pada Pilkada 9 Desember 2020. Yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah saat dilakukan survei. Dimana hasil yang di dapatkan mereka lebih memilih tak ikut mencoblos karena takut tertular virus Corona.

“Hasil yang kami dapatkan ini cukup besar yang memilih golput, capaiannya 55 persen. Mereka yang kami survei ini merupakan warga yang punya hak suara. Makanya itu akan jadi pekerjaan berat para kandidat sama KPU Tangsel,” katanya, Kamis (06/08/2020).

Dijelaskan Adib, adapun sampel yang diambil sebanyak sebanyak 440 responden dengan sampling of error 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling selama periode 17 sampai 24 Juli 2020 dengan quality control dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel, melalui witness dan spotcheck. Hasilnya 55 persen dari 440 responden memilih tidak memberikan hak suara alias golput.

“Ini tentunya akan akan berdampak pada raihan suara tiga kandidat jadi semakin sedikit, sekitar 200 sampai 300 ribu suara bisa jadi pemenang. Dari survei yang sudah kami lakukan, angka golput memang sangat tinggi. Tetapi itu masih bisa berubah menjelang waktu pemilihan nanti,” paparnya.

Tak sampai di sana, lanjut Adib, dalam survei yang dilakukan pihaknya, ketika responden dihadapkan dengan golput hasilnya mencapai 55 persen dan mempengaruhi perolehan suara bagi calon kandidat wali kota. Seperti Benyamin Davnie hanya mendapati perolehan suara 14,3 persen, kemudian Siti Nur Azizah mencapai 11,6 persen, dan Muhammad mencapai 9,5 persen. Sedangkan untuk kandidat calon wakil wali kota yakni Ruhamaben mendapat 3,6 persen suara, Pilar Saga Ichsan 2,7 persen suara, dan terakhir Rahayu Saraswati 0,45 persen suara. 

Namun, ketika responden tidak dihadapkan dengan golput maka perolehan suara bagi calon wali kota seperti Benyamin Davnie memperoleh elektabilitas 32,9 persen, Muhammad 25 persen, dan Siti Nur Azizah 21,5 persen. Sedangkan untuk calon wakil wali kota yakni  Ruhamaben memperoleh elektabilitas 6,5 persen, disusul Pilar Saga Ichsan 4,6 persen, dan kemudian Rahayu Saraswati 1,2 persen.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, maka kami katakan bahwa pemenang Pilkada dalam survei kami dalam kurun waktu ini adalah golput. Ini meningkat sekitar 10 persen dari pilkada sebelumnya yang sekira 44,9 persen. Kami membuat simulasi pemilihan yang menghadapkan para calon dengan golput dan tanpa golput. Hal ini guna menunjukan siapa calon yang diuntungkan atau dirugikan dengan tinggi atau rendahnya angka golput tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan survei KPN, tiga nama calon dengan tingkat popularitas tertinggi ialah Benyamin Davnie 72 persen, Muhamad 46 persen, dan Situ Nur Azizah 40,3 persen. Untuk tingkat liketabilitas diperoleh Benyamin Davnie 43 persen, Muhamad 30,8 persen, dan Siti Nur Azizah 22,5 persen. Dan untuk elektabilitas diperoleh Benyamin Davnie 39,2 persen, Muhamad 25 persen, dan Siti Nur Azizah 21,5 persen.

“Ini menunjukan bahwa Benyamin-Pilar berkepentingan memperkecil angka golput untuk memperbesar peluang menang. Namun sebaliknya Siti Nur Azizah berkepentingan memperbesar angka golput guna meningkatkan peluang kemenangan. Ini menjadi tolak ukur kami dalam melihat pola-pola kampanye para calon-calon ini nantinya,” ujar Adib.

Karena itu Adib berharap KPU Tangsel dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk tidak golput. Karena hal itu akan membuat kontestasi pilkada Tangsel meriah. Apalagi tiga calon kandidat itu datang dari keluarga elite politik ternama di tanah air.

Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro menegaskan, jika pihaknya akan mengantisipasi kemunculan golput dalam Pilkada Tangsel. Salah satunya mengandeng tokoh pemuda, lingkungan dan masyarakat. Kemudian pihaknya akan menggencarkan sosialisasi pemungutan suara yang mengacu pada protokol kesehatan.

“Sudah ada giat-giat yang akan dikerjakan untuk mengatasi ini. Yang pasti kami optimis dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya di Pilkada ini,” tegasnya. (ndi)

Share :