FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

JPU Tunda Tuntutan Pelecehan Seksual Anak di Gereja Depok

pelecehan anak ok

Ilustrasi (istimewa)

Sugawa.id – Sidang tuntutan perkara pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur atas nama terdakwa Syahril Parlindungan Marbun ditunda dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Senin (23/11/2020). Rencananya, sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan. 

Kuasa Hukum Korban Azas Tigor Nainggolan mengatakan, tuntutan yang akan dibacakan belum selesai dibuat oleh JPU. Sebab, kasus ini dapat dikatakan kasus spesial maka pembuatan tuntutan harus dilakukan secara benar-benar dan membutuhkan waktu. “Ya memang karena membuat tuntutan tidak bisa sendirian jadi harus betul-betul. Tentu butuh waktu. Apalagi ini kasusnya spesial,” kata Tigor.

Tigor menuturkan, sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan. “Diundur jadi minggu depan ya. Kami menerima pemberitahuan ini dari pihak jaksa,”  katanya.

Sebelumnya pada Senin (5/10/2020), sidang perdana perkara pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur atas nama terdakwa Syahril Parlindungan Marbun disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat. Melalui persidangan yang berlangsung secara virtual dan tertutup untuk umum, JPU Siswantiningsih mendakwa Syahril melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik atau tenaga kependidikan, dalam hal perbarengan beberapa perbuatan yang harus di pandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan.

Ada pun pasal yang dijeratkan kepada terdakwa adalah Pasal 82 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Siswatiningsih menyatakan selain dijerat pasal-pasal tersebut, terdakwa juga dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Kemudian, Pasal 292 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (ter)

Share :